Cara Menghitung Omzet: Rumus, Contoh, dan Bedanya dengan Laba

"Bulan ini omzet saya Rp45 juta," kata seorang pemilik kafe dengan bangga. Namun ketika ditanya berapa untungnya, ia terdiam. Uang di rekening tidak sebanyak itu, padahal toko terlihat ramai setiap hari.
Kebingungan seperti ini sangat umum. Omzet sering dianggap sama dengan keuntungan, padahal keduanya berbeda jauh. Omzet hanya menunjukkan berapa banyak uang yang masuk dari penjualan, belum menunjukkan berapa yang tersisa setelah semua modal dan biaya dibayar.
Artikel ini membahas apa itu omzet, cara menghitung omzet harian, bulanan, dan per produk, contoh hitungannya untuk beberapa jenis usaha, perbedaan omzet dengan laba kotor dan laba bersih, serta cara meningkatkan omzet tanpa mengorbankan keuntungan.
Jawaban singkatnya: omzet adalah total uang hasil penjualan dalam periode tertentu, sebelum dikurangi modal dan biaya. Rumus dasarnya adalah harga jual × jumlah barang terjual, lalu dijumlahkan untuk semua produk. Omzet berguna untuk mengukur besarnya penjualan, tetapi untuk mengetahui untung, Anda tetap perlu mengurangkan HPP dan biaya operasional.
Apa itu omzet?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, omzet adalah jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual. KBBI juga mencatat bahwa ejaan bakunya adalah "omzet", sedangkan "omset" adalah bentuk tidak baku. Dalam percakapan sehari-hari, keduanya sering dipakai bergantian.
Dalam praktik usaha, omzet sering disebut juga pendapatan kotor atau penjualan kotor. Disebut kotor karena angkanya belum dikurangi apa pun: belum dikurangi harga beli barang, bahan baku, gaji, sewa, listrik, atau biaya lain. Omzet adalah gambaran seberapa besar aktivitas penjualan usaha Anda dalam satu periode.
Omzet bisa dihitung untuk berbagai periode, misalnya per hari, per minggu, per bulan, atau per tahun. Periode yang paling sering dipakai pemilik usaha kecil adalah harian untuk memantau kinerja sehari-hari dan bulanan untuk evaluasi yang lebih menyeluruh.
Bagaimana cara menghitung omzet?
Cara menghitung omzet sebenarnya sederhana. Yang sering membuat bingung adalah memastikan semua penjualan sudah tercatat dan tidak ada yang terlewat.
Rumus dasar omzet
Rumus paling dasar untuk satu produk adalah:
Omzet = harga jual × jumlah barang terjual
Untuk usaha yang menjual banyak produk, hitung omzet setiap produk, lalu jumlahkan semuanya:
Omzet total = (harga produk A × jumlah A) + (harga produk B × jumlah B) + … dan seterusnya
Bila ada diskon atau retur, sebaiknya catat juga omzet bersih, yaitu omzet setelah dikurangi potongan harga dan barang yang dikembalikan. Angka inilah yang lebih mencerminkan uang yang benar-benar menjadi hak usaha Anda.
Contoh menghitung omzet harian
Misalnya Kopi Senja, kafe fiktif, mencatat penjualan hari Senin seperti tabel berikut.
| Produk | Harga | Terjual | Omzet |
|---|---|---|---|
| Es kopi susu | Rp22.000 | 48 gelas | Rp1.056.000 |
| Americano | Rp18.000 | 20 gelas | Rp360.000 |
| Roti bakar | Rp15.000 | 25 porsi | Rp375.000 |
| Kentang goreng | Rp17.000 | 18 porsi | Rp306.000 |
| Omzet hari Senin | Rp2.097.000 |
Omzet hari Senin Kopi Senja adalah Rp2.097.000. Angka ini mencakup semua penjualan, baik yang dibayar tunai, QRIS, maupun transfer.
Contoh menghitung omzet bulanan
Omzet bulanan bisa dihitung dengan menjumlahkan omzet setiap hari dalam satu bulan. Bila Anda belum punya catatan harian yang lengkap, Anda bisa memakai perkiraan dari rata-rata harian, tetapi hasilnya hanya perkiraan.
Misalnya rata-rata omzet Kopi Senja di hari kerja Rp2.000.000 dan di akhir pekan Rp3.000.000. Dalam satu bulan dengan 22 hari kerja dan 8 hari akhir pekan, perkiraan omzetnya adalah (22 × Rp2.000.000) + (8 × Rp3.000.000) = Rp44.000.000 + Rp24.000.000 = Rp68.000.000.
Perkiraan seperti ini berguna untuk membuat target, tetapi untuk evaluasi sebaiknya tetap memakai angka yang benar-benar tercatat. Hari libur nasional, hujan, atau acara di sekitar toko bisa membuat omzet harian jauh berbeda dari rata-rata.
Contoh menghitung omzet per produk
Omzet per produk membantu Anda melihat produk mana yang paling banyak menyumbang penjualan. Dari tabel hari Senin di atas, es kopi susu menyumbang Rp1.056.000 dari Rp2.097.000, atau sekitar 50% omzet hari itu.
Informasi ini penting untuk mengambil keputusan. Produk yang menyumbang omzet terbesar perlu dijaga ketersediaan bahannya, sedangkan produk yang omzetnya sangat kecil bisa dievaluasi apakah masih layak dipertahankan. Namun ingat, produk dengan omzet terbesar belum tentu yang paling menguntungkan, seperti dibahas di bagian berikutnya.
Menghitung omzet untuk usaha jasa
Untuk usaha jasa seperti laundry, barbershop, atau bengkel, rumusnya sama: tarif layanan dikali jumlah layanan. Contohnya, laundry kiloan yang mengerjakan 450 kg cucian dalam sebulan dengan tarif Rp7.000 per kg memiliki omzet Rp3.150.000 dari layanan kiloan. Tambahkan omzet dari layanan lain, misalnya cuci satuan atau setrika saja, untuk mendapat omzet total.
Apa beda omzet, laba kotor, dan laba bersih?
Inilah bagian yang paling sering membuat pemilik usaha keliru. Omzet, laba kotor, dan laba bersih adalah tiga angka yang berbeda, dan masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.
| Istilah | Cara menghitung | Menjawab pertanyaan |
|---|---|---|
| Omzet | Harga jual × jumlah terjual | Seberapa besar penjualan saya? |
| Laba kotor | Omzet − HPP (modal barang atau bahan) | Apakah harga jual sudah menutup modal? |
| Laba bersih | Laba kotor − biaya operasional − beban lain | Berapa sebenarnya untung usaha saya? |

Mari lihat contohnya. Misalnya omzet Kopi Senja bulan Oktober Rp45.000.000. Modal bahan untuk semua menu yang terjual (HPP) Rp18.000.000. Biaya operasional seperti sewa, gaji, listrik, dan internet Rp19.000.000.
- Omzet: Rp45.000.000
- Laba kotor: Rp45.000.000 − Rp18.000.000 = Rp27.000.000
- Laba bersih sebelum pajak: Rp27.000.000 − Rp19.000.000 = Rp8.000.000
Dari omzet Rp45.000.000, keuntungan yang benar-benar tersisa hanya Rp8.000.000, atau sekitar 17,8%. Inilah sebabnya pemilik kafe di awal artikel bingung: ia melihat omzet, padahal yang masuk ke kantong adalah laba bersih.
Baca juga: Bingung Cara Menghitung Laba Bersih? Ini Rumusnya!
Kenapa omzet naik tetapi laba tidak ikut naik?
Situasi ini sering terjadi dan biasanya punya beberapa penyebab. Pertama, diskon terlalu besar sehingga omzet naik karena volume, tetapi laba per produk turun. Kedua, harga bahan naik sementara harga jual tetap. Ketiga, biaya operasional bertambah, misalnya karyawan baru atau sewa naik. Keempat, produk yang paling laku justru produk dengan margin paling tipis.
Karena itu, jangan hanya memantau omzet. Bandingkan omzet dengan laba kotor dan laba bersih setiap bulan agar Anda tahu apakah pertumbuhan penjualan benar-benar menghasilkan keuntungan.
Kenapa omzet penting untuk dipantau?
Walaupun omzet bukan keuntungan, angka ini tetap sangat penting. Berikut beberapa alasan omzet perlu dipantau secara rutin.
- Menunjukkan tren penjualan. Omzet harian dan bulanan menunjukkan apakah penjualan sedang naik, turun, atau stabil. Penurunan yang terlihat lebih awal bisa segera ditangani.
- Dasar membuat target. Target penjualan karyawan, rencana promo, dan perkiraan kebutuhan stok semuanya berawal dari data omzet.
- Mengukur hasil promo. Bandingkan omzet sebelum, selama, dan sesudah promo untuk melihat apakah promo benar-benar menambah penjualan.
- Dasar menghitung laba. Laba kotor dan laba bersih tidak bisa dihitung tanpa omzet yang akurat.
- Kebutuhan administrasi. Data omzet sering dibutuhkan saat mengajukan pinjaman usaha atau mengurus administrasi lain. Untuk keperluan pajak atau perizinan, pastikan Anda merujuk aturan resmi yang berlaku atau berkonsultasi dengan ahlinya.
Bagaimana mencatat omzet agar akurat?
Omzet hanya berguna bila dicatat dengan benar. Kesalahan pencatatan kecil bisa membuat angka omzet jauh dari kenyataan. Berikut kebiasaan yang membantu.
Catat setiap transaksi saat terjadi
Jangan menunggu akhir hari untuk mencatat penjualan dari ingatan. Transaksi yang tidak tercatat langsung adalah sumber selisih paling umum. Dengan aplikasi kasir, setiap penjualan tercatat otomatis saat kasir menyelesaikan transaksi.
Masukkan semua metode pembayaran
Omzet mencakup semua penjualan, bukan hanya uang tunai di laci. Pembayaran QRIS, transfer, debit, dan kasbon pelanggan semuanya bagian dari omzet. Bila hanya menghitung uang tunai, omzet Anda akan tampak lebih kecil dari kenyataan.
Pisahkan omzet dari uang lain
Uang setoran modal dari pemilik, pinjaman, atau uang pribadi bukan omzet. Jangan mencampurnya dengan hasil penjualan agar angka omzet tetap mencerminkan kegiatan usaha yang sebenarnya.
Catat diskon dan retur
Bila Anda memberi diskon atau menerima barang yang dikembalikan, catat juga. Dengan begitu, Anda bisa melihat omzet kotor dan omzet bersih secara terpisah.
Cocokkan dengan kas setiap tutup shift
Di KasirXpert, tutup shift menampilkan kas seharusnya dan kas yang dihitung. Pencocokan setiap hari memastikan omzet tunai yang tercatat sesuai dengan uang di laci.
Bagaimana melihat omzet di aplikasi kasir?
Menghitung omzet secara manual di buku atau spreadsheet memakan waktu dan mudah salah. Aplikasi kasir menyederhanakannya karena setiap transaksi sudah tercatat sejak awal.
Di KasirXpert, Beranda menampilkan penjualan hari ini dibanding kemarin, grafik 7 hari, dan produk terlaris di semua paket. Anda bisa melihat omzet harian dan tren seminggu terakhir tanpa harus menjumlahkan apa pun.
Mulai paket Pro, Pusat Laporan memungkinkan Anda membandingkan periode, misalnya bulan ini dengan bulan lalu, mengekspor data ke CSV atau XLSX, dan melihat laba rugi sederhana. Dengan begitu, omzet dan laba bisa dipantau berdampingan. Paket Pro seharga Rp74.000 per bulan. Rincian isi setiap paket ada di halaman harga.
Bila saat ini Anda masih mencatat omzet di spreadsheet, perbandingan antara spreadsheet dan aplikasi kasir bisa Anda lihat di halaman Excel vs aplikasi kasir.
Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Pencatatan Keuangan untuk Bisnis
Bagaimana cara meningkatkan omzet tanpa mengorbankan laba?
Meningkatkan omzet adalah tujuan hampir semua pemilik usaha. Namun omzet yang naik dengan cara yang salah justru bisa mengurangi laba. Berikut beberapa cara meningkatkan omzet yang tetap menjaga keuntungan.
Tingkatkan nilai belanja per transaksi
Daripada hanya mengejar jumlah pembeli, ajak pembeli yang sudah ada untuk membeli sedikit lebih banyak. Misalnya menawarkan camilan pendamping kopi atau ukuran yang lebih besar. Tambahan Rp5.000 per transaksi dari 60 transaksi sehari berarti tambahan omzet Rp300.000 per hari.
Fokus pada produk bermargin baik
Lihat produk terlaris dan bandingkan dengan modalnya. Promosikan produk yang laku dan bermargin baik, bukan sekadar produk yang paling murah.
Gunakan promo dengan batas yang jelas
Promo bisa menaikkan omzet, tetapi hitung dulu dampaknya pada laba. Mulai paket Pro, KasirXpert menyediakan promo dan voucher dengan jadwal dan kuota, sehingga promo tidak berjalan lebih lama dari rencana.
Jaga pelanggan agar kembali
Pelanggan yang kembali lebih murah dipertahankan daripada mencari pelanggan baru. Program sederhana seperti kartu stempel, yang tersedia di semua paket, membantu pelanggan rutin datang lagi.
Perluas jam atau kanal penjualan dengan hati-hati
Membuka jam lebih panjang atau menjual lewat kanal baru bisa menambah omzet, tetapi juga menambah biaya. Hitung apakah tambahan omzet cukup untuk menutup tambahan biaya sebelum memutuskan.
Bagaimana contoh menghitung omzet toko kelontong?
Contoh Kopi Senja di atas memakai menu yang jumlahnya sedikit. Toko kelontong biasanya menjual ratusan jenis barang dengan harga kecil, sehingga cara menghitung omzetnya sedikit berbeda dalam praktik.
Bayangkan Toko Berkah Jaya, toko kelontong fiktif, mencatat 85 transaksi pada hari Rabu. Nilai belanja per transaksi bervariasi, mulai dari pembeli yang hanya membeli sebungkus mi instan sampai pembeli yang belanja bulanan. Menghitung omzet dengan mengalikan harga setiap barang dengan jumlah terjual tentu tidak praktis bila dilakukan manual.
Dalam kasus seperti ini, omzet harian dihitung dengan menjumlahkan total setiap transaksi. Bila 85 transaksi itu totalnya Rp3.570.000, maka omzet hari Rabu adalah Rp3.570.000. Dari angka ini Anda juga bisa menghitung rata-rata nilai belanja per transaksi, yaitu Rp3.570.000 ÷ 85 = Rp42.000.
Rata-rata nilai belanja adalah angka yang sangat berguna. Omzet bisa naik dengan dua cara: jumlah transaksi bertambah, atau nilai belanja per transaksi naik. Bila jumlah pembeli sulit ditambah karena toko berada di lingkungan yang tetap, menaikkan nilai belanja per transaksi sering menjadi cara yang lebih realistis, misalnya dengan menata barang pelengkap di dekat kasir.
Di aplikasi kasir, Anda tidak perlu menjumlahkan transaksi satu per satu. Setiap transaksi sudah tercatat, dan total penjualan harian langsung tersedia.
Bagaimana menghitung omzet bila ada kasbon atau DP?
Tidak semua penjualan dibayar lunas saat itu juga. Pelanggan langganan bisa berutang, dan pesanan kue atau katering sering dibayar dengan DP lebih dulu. Lalu, kapan penjualan seperti ini dihitung sebagai omzet?
Untuk kasbon, penjualan terjadi saat barang diserahkan kepada pelanggan. Karena itu, kasbon dihitung sebagai omzet pada hari transaksi, walaupun uangnya baru diterima beberapa hari kemudian. Yang berubah hanya catatan piutangnya: omzet bertambah hari itu, dan piutang pelanggan bertambah dengan jumlah yang sama sampai ia membayar.
Untuk pesanan dengan DP, banyak usaha kecil menghitung omzet saat pesanan diselesaikan dan diserahkan kepada pelanggan, bukan saat DP diterima. DP adalah uang muka untuk barang yang belum diserahkan. Bila pesanan dibatalkan, sebagian DP mungkin harus dikembalikan, sehingga belum tepat dianggap sebagai penjualan.
Yang terpenting adalah konsisten. Pilih satu cara, gunakan setiap bulan, dan pastikan semua orang yang mencatat penjualan memakai aturan yang sama. Bila Anda menyusun laporan keuangan formal, konsultasikan perlakuan yang tepat dengan orang yang menyusun pembukuan usaha Anda.
Bagaimana membaca tren omzet harian dan mingguan?
Satu angka omzet harian tidak banyak bercerita. Angka itu baru bermakna bila dibandingkan dengan hari lain. Berikut beberapa cara membaca tren omzet yang sederhana tetapi berguna.
Bandingkan dengan hari yang sama minggu lalu
Omzet hari Senin sebaiknya dibandingkan dengan hari Senin minggu lalu, bukan dengan hari Sabtu. Setiap hari dalam seminggu punya pola sendiri. Toko di dekat perkantoran mungkin ramai di hari kerja dan sepi di akhir pekan, sedangkan kafe di area wisata justru sebaliknya.
Perhatikan arah, bukan hanya angka
Omzet yang naik turun sedikit dari hari ke hari adalah hal biasa. Yang perlu diperhatikan adalah arah dalam beberapa minggu. Bila omzet hari Sabtu turun tiga minggu berturut-turut, itu tanda ada sesuatu yang berubah, misalnya pesaing baru, produk unggulan yang sering habis, atau pelayanan yang melambat.
Catat kejadian yang memengaruhi omzet
Hujan deras, libur nasional, acara di sekitar toko, atau promo yang sedang berjalan bisa membuat omzet harian jauh berbeda dari biasanya. Catat kejadian seperti ini di samping angka omzet. Saat membaca laporan beberapa bulan kemudian, Anda akan tahu kenapa ada hari yang sangat tinggi atau sangat rendah.
Gunakan grafik untuk melihat pola
Pola lebih mudah terlihat dalam bentuk grafik daripada deretan angka. Di KasirXpert, Beranda menampilkan grafik penjualan 7 hari terakhir di semua paket, sehingga naik turunnya omzet dalam seminggu bisa dilihat sekilas setiap pagi.
Bagaimana menetapkan target omzet yang realistis?
Target omzet membantu Anda dan tim fokus. Namun target yang tidak realistis justru membuat semua orang cepat menyerah. Berikut langkah sederhana untuk menetapkannya.
- Mulai dari data, bukan keinginan. Lihat omzet rata-rata tiga bulan terakhir sebagai titik awal. Target yang dibangun dari data lebih mudah dipercaya oleh tim.
- Hitung omzet minimum untuk menutup biaya. Jumlahkan biaya operasional bulanan dan perkirakan berapa omzet yang dibutuhkan agar laba kotor cukup menutupnya. Angka ini adalah batas bawah yang tidak boleh dilewati.
- Tetapkan kenaikan yang wajar. Misalnya 5% sampai 10% di atas rata-rata, tergantung kondisi usaha. Kenaikan yang terlalu besar sulit dicapai tanpa perubahan besar.
- Pecah menjadi target harian. Target bulanan Rp60.000.000 dengan 30 hari buka berarti rata-rata Rp2.000.000 per hari. Target harian lebih mudah dipantau dan diperbaiki bila tertinggal.
- Tentukan cara mencapainya. Target tanpa rencana hanya angka. Tentukan apakah kenaikan akan dicapai dengan menambah pembeli, menaikkan nilai belanja, atau memperkenalkan produk baru.
- Evaluasi setiap akhir bulan. Bandingkan omzet nyata dengan target, cari penyebab bila tertinggal, lalu sesuaikan rencana bulan berikutnya.
Ingat bahwa target omzet sebaiknya selalu didampingi target laba. Omzet yang tercapai dengan diskon besar-besaran bisa saja membuat laba justru turun.
Bagaimana melihat omzet per kasir dan per shift?
Untuk usaha dengan beberapa kasir atau beberapa shift, omzet per kasir dan per shift memberi gambaran yang lebih rinci. Anda bisa melihat shift mana yang paling ramai, sehingga jadwal karyawan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Di KasirXpert, setiap staf masuk kasir dengan PIN 4–6 angka miliknya, sehingga setiap transaksi tercatat atas nama orang yang memprosesnya. Buka dan tutup shift juga tersedia di semua paket, lengkap dengan kas awal, kas masuk dan keluar, serta perbandingan kas seharusnya dengan kas yang dihitung.
Data ini bukan untuk mencari kesalahan karyawan, melainkan untuk memahami pola usaha. Bila shift sore selalu dua kali lebih ramai dari shift pagi, mungkin shift sore membutuhkan tambahan orang, atau shift pagi bisa dipakai untuk menyiapkan stok dan kebersihan.
Apakah omzet besar selalu berarti usaha sehat?
Tidak selalu. Omzet besar menunjukkan bahwa banyak barang atau jasa terjual, tetapi tidak menunjukkan apakah penjualan itu menguntungkan atau apakah usaha punya cukup uang untuk membayar kewajibannya. Ada usaha dengan omzet besar yang ternyata merugi, dan ada usaha dengan omzet kecil yang justru sangat sehat.
Contohnya, sebuah toko bisa mencatat omzet tinggi karena sering memberi diskon besar. Penjualannya ramai, tetapi margin per barang sangat tipis sehingga laba bersihnya kecil. Sebaliknya, toko lain dengan omzet lebih kecil tetapi margin lebih baik dan biaya operasional yang terkendali bisa menghasilkan laba yang lebih besar.
Karena itu, gunakan omzet bersama ukuran lain. Bandingkan omzet dengan laba kotor untuk melihat apakah harga jual sudah menutup modal. Bandingkan laba kotor dengan biaya operasional untuk melihat apakah usaha benar-benar untung. Perhatikan juga arus kas, karena usaha yang untung pun bisa kesulitan bila banyak penjualan berupa kasbon yang belum dibayar.
Dengan melihat ketiga ukuran ini bersamaan, Anda mendapat gambaran yang jauh lebih jujur tentang kondisi usaha. Omzet tetap penting sebagai titik awal, tetapi keputusan besar sebaiknya diambil setelah melihat angka laba dan kas.
Kesalahan apa yang sering terjadi saat menghitung omzet?
Berikut kesalahan yang paling sering terjadi di usaha kecil saat menghitung dan membaca omzet.
- Menganggap omzet sama dengan untung. Ini kesalahan paling umum dan paling berbahaya, karena bisa membuat pemilik terlalu banyak mengambil uang dari usaha.
- Hanya menghitung uang tunai. Penjualan QRIS, transfer, dan kasbon terlewat sehingga omzet tampak lebih kecil.
- Mencampur uang modal dengan omzet. Setoran modal atau pinjaman tercatat sebagai penjualan sehingga omzet tampak lebih besar.
- Tidak mencatat retur dan diskon. Omzet tampak lebih besar dari uang yang sebenarnya menjadi hak usaha.
- Membandingkan periode yang tidak setara. Membandingkan omzet bulan dengan 31 hari dan bulan dengan libur panjang tanpa memperhitungkan perbedaannya.
- Tidak mencatat setiap hari. Omzet bulanan yang dihitung dari ingatan di akhir bulan hampir pasti tidak akurat.
Kesimpulan
Omzet adalah total uang hasil penjualan dalam periode tertentu, sebelum dikurangi modal dan biaya. Cara menghitungnya sederhana, yaitu harga jual dikali jumlah barang terjual, lalu dijumlahkan untuk semua produk. Yang lebih penting adalah mencatat setiap transaksi dengan benar, termasuk semua metode pembayaran, diskon, dan retur.
Gunakan omzet untuk memantau tren penjualan dan membuat target, tetapi jangan berhenti di situ. Bandingkan selalu dengan laba kotor dan laba bersih agar Anda tahu apakah penjualan yang ramai benar-benar menghasilkan keuntungan. Dengan pencatatan yang rapi dan laporan yang mudah dibaca, keputusan usaha bisa diambil berdasarkan angka, bukan perasaan.
Pertanyaan umum
Apa itu omzet?
Omzet adalah jumlah uang hasil penjualan barang atau jasa dalam periode tertentu, sebelum dikurangi modal dan biaya. Menurut KBBI, ejaan bakunya adalah omzet, sedangkan omset adalah bentuk tidak baku.
Bagaimana rumus menghitung omzet?
Rumus dasarnya adalah harga jual dikali jumlah barang yang terjual. Untuk usaha dengan banyak produk, jumlahkan hasil perkalian itu untuk setiap produk dalam periode yang sama.
Apa beda omzet dan laba?
Omzet adalah seluruh uang dari penjualan. Laba adalah sisa setelah omzet dikurangi modal barang dan biaya operasional. Omzet besar belum tentu berarti laba besar.
Apakah omzet dihitung dari penjualan tunai saja?
Tidak. Omzet mencakup semua penjualan dalam periode itu, baik tunai, non-tunai, maupun penjualan yang dibayar belakangan seperti kasbon.
Bagaimana melihat omzet harian di aplikasi kasir?
Di KasirXpert, Beranda menampilkan penjualan hari ini dibanding kemarin dan grafik 7 hari di semua paket. Mulai paket Pro, Pusat Laporan memungkinkan Anda membandingkan periode dan mengekspor data.
Laporan usaha siap tanpa rekap manual. Coba semua fitur gratis 14 hari, tanpa kartu kredit, lalu pilih paket yang pas.
Tim yang membangun KasirXpert dan mendampingi pemilik usaha memakainya. Menulis panduan fitur, pembaruan aplikasi, dan kabar terbaru KasirXpert.
Lihat semua 43 artikel

