Retur Penjualan Adalah: Cara Mencatat + Contoh Jurnal

Seorang pelanggan datang ke kasir membawa kantong plastik. "Mbak, sepatu ini kekecilan, bisa tukar?" Di tempat lain, pembeli grosir mengembalikan lima dus minuman karena kemasannya penyok saat pengiriman. Kedua kejadian ini adalah retur penjualan, dan hampir setiap usaha yang menjual barang pasti mengalaminya.
Retur sering dianggap gangguan kecil yang cukup diselesaikan dengan menukar barang dari rak. Padahal, bila tidak dicatat dengan benar, retur bisa membuat stok tidak cocok, laporan penjualan terlalu besar, dan uang kas berselisih. Retur yang tidak diawasi juga bisa menjadi celah kecurangan.
Artikel ini membahas apa itu retur penjualan, penyebabnya, jenis-jenis penyelesaiannya, cara mencatat dan menjurnalnya dengan contoh angka, perbedaannya dengan retur pembelian, cara menyusun kebijakan retur, serta cara mengelolanya dengan aplikasi kasir.
Jawaban singkatnya: retur penjualan adalah pengembalian barang yang sudah dijual oleh pembeli kepada penjual, misalnya karena barang rusak, salah kirim, atau tidak sesuai pesanan. Retur mengurangi penjualan, mengembalikan barang ke stok bila masih layak dijual, dan biasanya diikuti pengembalian uang, penukaran barang, atau pengurangan tagihan. Di KasirXpert, retur dan pembatalan dengan PIN atasan tersedia mulai paket Pro.
Apa itu retur penjualan?
Retur penjualan adalah kejadian ketika pembeli mengembalikan barang yang sudah dibelinya kepada penjual. Dari sisi penjual, transaksi yang tadinya tercatat sebagai penjualan harus dikoreksi, baik sebagian maupun seluruhnya.
Dalam akuntansi, retur penjualan dicatat di akun tersendiri yang mengurangi penjualan. Akun ini sering disebut akun lawan penjualan. Dengan mencatat retur secara terpisah, pemilik usaha bisa melihat berapa penjualan kotor, berapa yang dikembalikan, dan berapa penjualan bersih yang benar-benar menjadi hak usaha.
Retur penjualan tidak sama dengan potongan harga. Pada retur, barangnya benar-benar kembali ke penjual. Pada potongan harga, barang tetap di tangan pembeli, tetapi harganya dikurangi, misalnya karena ada cacat kecil yang masih bisa diterima pembeli.
Apa saja penyebab retur penjualan?
Memahami penyebab retur membantu Anda menguranginya. Berikut penyebab yang paling sering terjadi di toko dan usaha kecil.
Barang rusak atau cacat
Barang rusak saat penyimpanan, cacat produksi, atau rusak dalam pengiriman adalah penyebab retur yang paling umum. Penyebab ini sering bisa dicegah dengan pemeriksaan barang sebelum dijual dan pengemasan yang lebih baik.
Barang tidak sesuai pesanan
Ukuran, warna, varian, atau jumlah yang diterima pembeli berbeda dari yang dipesan. Penyebab ini sering terjadi di penjualan pesanan atau pengiriman ke pelanggan usaha.
Salah ukuran atau tidak cocok
Di toko pakaian, sepatu, atau aksesori, pembeli sering mengembalikan barang karena ukurannya tidak pas. Ini bukan kesalahan toko, tetapi tetap perlu ditangani dengan kebijakan yang jelas.
Barang mendekati atau melewati kedaluwarsa
Untuk produk makanan, minuman, dan obat, pembeli akan mengembalikan barang yang ternyata sudah atau hampir kedaluwarsa. Penyebab ini menunjukkan perlunya pengawasan stok yang lebih baik.
Kesalahan kasir
Kasir salah memindai barang, salah memasukkan jumlah, atau salah memberikan barang. Penyebab ini sering terlihat sebagai retur, padahal sebenarnya adalah koreksi transaksi.
| Penyebab | Siapa yang biasanya bertanggung jawab | Cara mengurangi |
|---|---|---|
| Barang rusak atau cacat | Toko atau pemasok | Periksa barang sebelum dipajang dan dikirim |
| Tidak sesuai pesanan | Toko | Cocokkan pesanan sebelum barang diserahkan |
| Salah ukuran atau tidak cocok | Pembeli | Sediakan tabel ukuran atau ruang coba |
| Kedaluwarsa | Toko | Pantau tanggal kedaluwarsa dan rotasi stok |
| Kesalahan kasir | Toko | Gunakan scan barcode dan latih kasir |
Apa saja bentuk penyelesaian retur penjualan?
Setelah barang diterima kembali, ada beberapa cara menyelesaikan retur. Pilihan ini sebaiknya ditulis dalam kebijakan retur toko agar kasir dan pelanggan tahu apa yang bisa diharapkan.
1. Pengembalian uang
Uang pelanggan dikembalikan sebesar nilai barang yang diretur. Cara ini paling disukai pelanggan, tetapi mengurangi kas toko. Banyak toko membatasi pengembalian uang hanya untuk barang rusak atau cacat.
2. Penukaran barang yang sama
Barang ditukar dengan barang yang sama dalam kondisi baik, atau dengan ukuran dan warna lain. Cara ini menjaga penjualan tetap terjadi, hanya barangnya yang berganti.
3. Penukaran dengan barang lain
Pelanggan menukar dengan barang berbeda. Bila harganya lebih mahal, pelanggan menambah kekurangannya. Bila lebih murah, selisihnya bisa dikembalikan atau dijadikan saldo belanja, sesuai kebijakan toko.
4. Pengurangan tagihan
Untuk penjualan yang belum dibayar penuh, misalnya penjualan kepada pelanggan usaha dengan faktur, retur mengurangi jumlah tagihan. Uang tidak berpindah tangan, tetapi piutang toko berkurang.
Bagaimana cara mencatat retur penjualan?
Pencatatan retur yang benar memengaruhi tiga hal sekaligus: penjualan, kas atau piutang, dan stok. Ketiganya harus dikoreksi agar laporan tetap akurat.

Langkah mencatat retur di toko
- Periksa nota dan barang. Pastikan barang memang dibeli di toko Anda, masih dalam batas waktu retur, dan kondisinya sesuai kebijakan.
- Tentukan bentuk penyelesaian. Pengembalian uang, penukaran, atau pengurangan tagihan.
- Minta persetujuan atasan. Retur sebaiknya disetujui oleh orang yang berwenang, bukan hanya kasir yang bertugas.
- Catat retur di sistem. Penjualan dan kas atau piutang dikoreksi sesuai nilai barang yang diretur.
- Kembalikan barang ke stok atau pisahkan. Barang yang masih layak dijual kembali ke stok. Barang rusak dipisahkan untuk dikembalikan ke pemasok atau dicatat sebagai kerugian.
- Simpan catatan penyebab retur. Penyebab retur berguna untuk evaluasi produk dan pemasok.
Contoh jurnal retur penjualan tunai
Bagi Anda yang menyusun pembukuan, berikut contoh jurnal retur penjualan dengan angka fiktif. Contoh ini memakai metode pencatatan persediaan perpetual, yaitu stok dan HPP dicatat setiap kali ada transaksi.
Kasus: Toko Berkah Jaya menjual 10 dus air mineral seharga Rp45.000 per dus secara tunai. Modal per dus Rp36.000. Keesokan harinya, pelanggan mengembalikan 2 dus karena kemasannya bocor, dan toko mengembalikan uangnya.
Saat penjualan:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas | Rp450.000 | |
| Penjualan | Rp450.000 | |
| HPP | Rp360.000 | |
| Persediaan | Rp360.000 |
Saat retur 2 dus:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Retur Penjualan | Rp90.000 | |
| Kas | Rp90.000 | |
| Persediaan | Rp72.000 | |
| HPP | Rp72.000 |
Jurnal kedua pada retur hanya tepat bila barang masih layak dijual dan kembali ke stok. Karena air mineral yang bocor tidak bisa dijual lagi, banyak toko mencatat barang tersebut sebagai kerugian atau mengembalikannya ke pemasok. Perlakuan pastinya sebaiknya dikonsultasikan dengan orang yang menyusun pembukuan Anda.
Contoh jurnal retur penjualan kredit
Bila penjualan dilakukan secara kredit atau dengan faktur yang belum dibayar, retur mengurangi piutang, bukan kas. Misalnya pelanggan usaha membeli 50 dus dengan faktur senilai Rp2.250.000, lalu mengembalikan 5 dus senilai Rp225.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Retur Penjualan | Rp225.000 | |
| Piutang Usaha | Rp225.000 |
Setelah retur, piutang pelanggan tersebut berkurang dari Rp2.250.000 menjadi Rp2.025.000. Tagihan yang dikirim kepada pelanggan sebaiknya mencerminkan jumlah yang sudah dikurangi retur.
Pengaruh retur pada laporan penjualan
Di laporan laba rugi, retur penjualan mengurangi penjualan kotor untuk mendapat penjualan bersih. Misalnya dalam satu bulan penjualan kotor Rp60.000.000, retur Rp900.000, dan potongan harga Rp600.000.
- Penjualan kotor: Rp60.000.000
- Dikurangi retur penjualan: Rp900.000
- Dikurangi potongan penjualan: Rp600.000
- Penjualan bersih: Rp58.500.000
Memisahkan retur dari penjualan membantu Anda melihat seberapa besar masalah retur. Retur Rp900.000 dari penjualan Rp60.000.000 berarti 1,5%. Bila angka ini naik dari bulan ke bulan, ada sesuatu yang perlu diperiksa, entah kualitas barang, pemasok, atau proses di toko.
Baca juga: Inilah Manfaat Faktur Penjualan dan Komponen di Dalamnya
Apa beda retur penjualan dan retur pembelian?
Kedua istilah ini sering tertukar karena sama-sama tentang pengembalian barang. Bedanya ada pada arah barang dan siapa yang mengembalikan.
| Aspek | Retur penjualan | Retur pembelian |
|---|---|---|
| Siapa yang mengembalikan | Pelanggan ke toko | Toko ke pemasok |
| Pengaruh pada penjualan | Mengurangi penjualan | Tidak memengaruhi penjualan |
| Pengaruh pada kas atau tagihan | Kas atau piutang toko berkurang | Kas toko kembali atau utang ke pemasok berkurang |
| Pengaruh pada stok | Stok bertambah bila barang layak jual | Stok berkurang |
Kedua jenis retur sering saling terkait. Barang rusak yang diretur pelanggan bisa diteruskan sebagai retur pembelian ke pemasok, sehingga kerugian tidak sepenuhnya ditanggung toko. Karena itu, catat penyebab retur penjualan dengan jelas agar bisa dijadikan dasar saat mengajukan retur ke pemasok.
Bagaimana menyusun kebijakan retur yang jelas?
Kebijakan retur yang jelas melindungi pelanggan sekaligus toko. Pelanggan tahu haknya, dan kasir punya pegangan yang sama saat melayani. Berikut hal yang sebaiknya diatur dalam kebijakan retur.
- Batas waktu retur. Misalnya 3 hari untuk makanan dan minuman, 7 hari untuk pakaian, dan sesuai garansi untuk barang elektronik.
- Syarat kondisi barang. Misalnya barang belum dipakai, label masih terpasang, dan kemasan masih utuh, kecuali bila barang memang rusak dari awal.
- Bukti pembelian. Retur hanya bisa dilakukan dengan nota, baik nota kertas maupun nota digital.
- Bentuk penyelesaian. Kapan pelanggan mendapat pengembalian uang, kapan hanya penukaran barang.
- Barang yang tidak bisa diretur. Misalnya barang promo tertentu, pakaian dalam, atau barang yang dibuat khusus sesuai pesanan.
- Siapa yang menyetujui. Retur disetujui oleh atasan atau pemilik, bukan hanya kasir yang bertugas.
Tulis kebijakan ini secara singkat di nota dan di papan dekat kasir. Pastikan juga kebijakan Anda tidak bertentangan dengan aturan perlindungan konsumen yang berlaku, terutama untuk barang yang memang rusak atau cacat sejak dibeli.
Bagaimana mencegah retur disalahgunakan?
Retur adalah salah satu celah kecurangan yang paling sering dimanfaatkan, baik oleh pihak luar maupun dari dalam toko. Contohnya, kasir mencatat retur fiktif lalu mengambil uangnya, atau barang yang sudah dipakai lama dikembalikan seolah baru dibeli.
Berikut beberapa cara menutup celah tersebut.
Wajibkan nota untuk setiap retur
Nota membuktikan kapan dan di mana barang dibeli. Tanpa nota, toko sulit memastikan barang memang berasal dari toko tersebut.
Batasi siapa yang boleh menyetujui retur
Retur sebaiknya tidak bisa diproses oleh kasir sendirian. Di KasirXpert, mulai paket Pro, retur dan pembatalan transaksi memerlukan PIN atasan, dan nama penyetujunya tercatat. Dengan begitu, setiap retur punya penanggung jawab yang jelas.
Pantau pola retur
Perhatikan bila retur sering terjadi di shift tertentu, pada kasir tertentu, atau untuk produk tertentu. Pola yang tidak wajar perlu ditelusuri lebih lanjut.
Cocokkan kas setiap tutup shift
Retur tunai mengurangi uang di laci. Di KasirXpert, tutup shift menampilkan kas seharusnya dan kas yang dihitung, sehingga retur yang tidak tercatat dengan benar akan terlihat sebagai selisih.
Baca juga: 5 Masalah yang Sering Terjadi di Kasir dan Solusinya
Apa beda retur dan pembatalan transaksi?
Retur dan pembatalan sering dianggap sama, padahal keduanya terjadi dalam situasi yang berbeda. Memahami bedanya membantu kasir mencatat dengan benar.
Pembatalan terjadi sebelum atau sesaat setelah transaksi selesai, biasanya karena kesalahan. Misalnya kasir salah memasukkan jumlah, pelanggan berubah pikiran sebelum membayar, atau transaksi tercatat dua kali. Pada pembatalan, barang umumnya belum benar-benar dibawa pulang oleh pelanggan.
Retur terjadi setelah transaksi selesai dan barang sudah diterima pelanggan. Pelanggan datang kembali, kadang beberapa hari kemudian, untuk mengembalikan barang karena alasan tertentu. Retur melibatkan pemeriksaan barang, keputusan tentang bentuk penyelesaian, dan koreksi stok.
Keduanya sama-sama mengubah catatan penjualan, sehingga sama-sama perlu diawasi. Di KasirXpert, mulai paket Pro, baik retur maupun pembatalan memerlukan PIN atasan, dan nama penyetujunya tercatat. Aturan ini mencegah pembatalan dipakai untuk menutupi transaksi yang sebenarnya sudah dibayar.
Bagaimana contoh menangani retur di toko sehari-hari?
Mari ikuti satu kejadian retur di Toko Berkah Jaya dari awal sampai selesai.
Pada hari Kamis pagi, seorang pelanggan datang membawa sebotol minyak goreng yang dibelinya dua hari sebelumnya. Tutup botolnya ternyata rusak dan minyaknya merembes. Ia membawa nota pembelian dan meminta penukaran.
Kasir memeriksa nota dan memastikan pembelian masih dalam batas waktu retur tiga hari yang tertulis di nota. Kasir juga memeriksa botolnya dan melihat bahwa kerusakan memang berasal dari kemasan, bukan karena kesalahan pelanggan. Karena kasir tidak boleh memproses retur sendiri, ia memanggil supervisor yang sedang bertugas.
Supervisor menyetujui penukaran. Retur dicatat di kasir dengan persetujuan atasan, lalu pelanggan menerima botol minyak goreng baru dari rak. Botol yang rusak tidak dikembalikan ke rak, melainkan dipisahkan di kotak khusus barang retur dengan catatan penyebabnya.
Di akhir minggu, pemilik memeriksa kotak barang retur. Ternyata ada tiga botol dari merek yang sama dengan masalah tutup yang serupa. Pemilik menghubungi pemasok dan meminta penggantian. Dari satu kejadian kecil, toko mendapat informasi penting tentang kualitas barang dari pemasok tersebut.
Bagaimana menangani barang retur yang rusak?
Tidak semua barang yang diretur bisa dijual kembali. Barang yang rusak, kedaluwarsa, atau kemasannya sudah dibuka perlu ditangani secara terpisah agar tidak tercampur dengan stok yang layak jual.
Pisahkan dari stok jual
Siapkan tempat khusus untuk barang retur, misalnya kotak atau rak yang diberi label jelas. Barang di tempat ini tidak boleh dijual sampai diputuskan penanganannya. Kebiasaan ini mencegah barang rusak kembali ke rak tanpa sengaja.
Kembalikan ke pemasok bila memungkinkan
Bila kerusakan berasal dari produksi atau pengiriman, banyak pemasok bersedia menggantinya. Catat penyebab retur dan kumpulkan barang yang sejenis sebelum menghubungi pemasok. Di KasirXpert, retur ke pemasok tersedia mulai paket Growth, sehingga pengembalian barang ke pemasok tercatat dengan jelas.
Jual dengan harga khusus bila masih layak
Barang yang hanya cacat ringan, misalnya kemasan penyok tetapi isinya utuh, kadang masih bisa dijual dengan harga khusus. Pastikan pelanggan tahu kondisi barangnya agar tidak timbul keluhan baru.
Catat sebagai kerugian bila tidak bisa diselamatkan
Barang yang benar-benar rusak dan tidak bisa dikembalikan ke pemasok sebaiknya dicatat sebagai kerugian. Catatan ini penting agar stok di sistem sesuai dengan kenyataan dan laporan laba rugi mencerminkan biaya yang sebenarnya.
Bagaimana menangani retur dari pelanggan usaha?
Retur dari pelanggan usaha, misalnya toko lain atau kafe yang membeli barang dari Anda dalam jumlah besar, biasanya melibatkan nilai yang lebih besar dan dokumen yang lebih lengkap.
Pertama, minta pelanggan menyebutkan nomor faktur dan rincian barang yang dikembalikan. Kedua, periksa barang saat diterima dan cocokkan dengan faktur serta surat jalan pengiriman sebelumnya. Ketiga, catat retur sebagai pengurang tagihan bila faktur belum dibayar, atau sepakati bentuk pengembaliannya bila faktur sudah dibayar.
Komunikasi yang jelas sangat penting dalam retur antarusaha. Kirim konfirmasi tertulis tentang jumlah barang yang diterima kembali dan nilai yang dikurangkan dari tagihan. Dengan begitu, kedua pihak memegang angka yang sama saat melakukan pembayaran berikutnya.
Di KasirXpert, mulai paket Growth tersedia penjualan antarusaha lengkap dengan faktur, pembayaran sebagian, piutang dan jatuh tempo, serta retur penjualan. Retur tercatat terhubung dengan transaksi penjualannya, sehingga sisa tagihan pelanggan tetap akurat.
Bagaimana menghitung tingkat retur dan memakainya?
Tingkat retur adalah persentase nilai retur terhadap penjualan dalam periode tertentu. Rumusnya sederhana:
Tingkat retur = nilai retur penjualan ÷ penjualan kotor × 100%
Dari contoh sebelumnya, retur Rp900.000 dari penjualan kotor Rp60.000.000 menghasilkan tingkat retur 1,5%. Angka ini sendiri tidak bisa langsung disebut baik atau buruk, karena setiap jenis usaha punya pola retur yang berbeda. Toko pakaian, misalnya, wajar punya tingkat retur lebih tinggi daripada toko kelontong karena banyak penukaran ukuran.
Yang lebih penting adalah membandingkan tingkat retur dari bulan ke bulan dan memecahnya per kategori atau per pemasok. Bila tingkat retur satu kategori naik tajam, telusuri penyebabnya. Mungkin ada pemasok baru dengan kualitas yang kurang baik, ada masalah penyimpanan, atau ada kasir yang belum memahami prosedur.
Gunakan juga data retur untuk memperbaiki keputusan pembelian. Produk yang terus-menerus diretur mungkin perlu diganti dengan merek lain, atau pemasoknya perlu diajak berdiskusi tentang kualitas barang.
Bagaimana mencegah retur sejak awal?
Menangani retur dengan baik itu penting, tetapi mencegah retur jauh lebih menguntungkan. Setiap retur memakan waktu kasir, mengganggu stok, dan kadang membuat pelanggan kecewa walaupun akhirnya diselesaikan dengan baik.
Langkah pertama adalah memeriksa barang sejak datang dari pemasok. Barang yang rusak, penyok, atau mendekati kedaluwarsa sebaiknya tidak pernah sampai ke rak. Pemeriksaan saat barang masuk jauh lebih mudah daripada menangani keluhan pelanggan setelah barang terjual. Bila menemukan barang bermasalah, segera kembalikan ke pemasok dengan catatan yang jelas.
Langkah kedua adalah menyimpan barang dengan benar. Banyak kerusakan terjadi di gudang atau rak toko, misalnya tumpukan yang terlalu tinggi, kardus yang terkena air, atau produk yang terkena sinar matahari langsung. Penataan yang baik dan rotasi stok, dengan barang lama dijual lebih dulu, mengurangi risiko barang kedaluwarsa sampai ke tangan pelanggan. Mulai paket Pro, notifikasi stok menipis dan kedaluwarsa di KasirXpert membantu Anda mengetahui barang yang perlu segera dijual.
Langkah ketiga adalah memberi informasi yang jelas kepada pelanggan. Untuk pakaian, sediakan tabel ukuran atau ruang coba. Untuk barang elektronik kecil, tunjukkan cara pemakaian dasar sebelum pelanggan pulang. Pelanggan yang tahu persis apa yang dibelinya lebih jarang mengembalikan barang.
Langkah keempat adalah mengurangi kesalahan di kasir. Banyak retur sebenarnya berawal dari kasir yang salah mengambil varian, salah ukuran, atau salah jumlah. Pemindaian barcode dan stok per varian membantu memastikan barang yang dicatat sama dengan barang yang diberikan kepada pelanggan.
Bagaimana menyampaikan kebijakan retur kepada pelanggan?
Kebijakan retur yang baik tidak ada gunanya bila pelanggan tidak mengetahuinya. Banyak perselisihan soal retur terjadi karena pelanggan baru mengetahui aturannya saat permintaan mereka ditolak.
Cara paling sederhana adalah menuliskan aturan singkat di bagian bawah nota, misalnya batas hari penukaran dan syarat kondisi barang. Pasang juga papan kecil di dekat kasir yang berisi aturan yang sama. Untuk toko yang punya media sosial, aturan retur bisa dicantumkan di profil atau dibagikan sesekali sebagai informasi.
Saat pelanggan membeli barang yang sering ditukar, seperti pakaian atau sepatu, kasir bisa menyampaikan aturannya secara lisan. Kalimat sederhana seperti "Bila ukurannya kurang pas, bisa ditukar maksimal tujuh hari dengan nota dan label masih terpasang" membuat pelanggan merasa diperhatikan sekaligus tahu batasnya sejak awal.
Yang terpenting, terapkan aturan secara konsisten. Pelanggan akan lebih menerima penolakan bila mereka melihat bahwa aturan berlaku sama untuk semua orang, bukan tergantung siapa kasir yang sedang bertugas.
Bagaimana melatih kasir menangani retur?
Kasir adalah orang pertama yang menghadapi pelanggan yang ingin mengembalikan barang. Cara kasir menangani situasi ini sangat memengaruhi kesan pelanggan terhadap toko.
- Pahami kebijakan retur dengan baik. Kasir harus tahu batas waktu, syarat kondisi barang, dan bentuk penyelesaian yang berlaku, sehingga bisa menjelaskan dengan yakin.
- Dengarkan pelanggan lebih dulu. Pelanggan yang datang untuk retur sering sudah kesal. Mendengarkan keluhannya dengan tenang membantu meredakan suasana.
- Periksa nota dan barang dengan teliti. Pastikan barang memang dibeli di toko, masih dalam batas waktu, dan kondisinya sesuai kebijakan.
- Libatkan atasan sesuai aturan. Kasir tidak memproses retur sendiri. Atasan memeriksa dan menyetujui, sehingga keputusan konsisten dan tanggung jawabnya jelas.
- Jelaskan bila retur tidak bisa diterima. Bila permintaan tidak sesuai kebijakan, jelaskan alasannya dengan sopan dan tunjukkan aturan yang tertulis di nota.
- Catat semuanya di sistem. Retur yang tidak tercatat akan muncul sebagai selisih stok dan kas di kemudian hari.
Latihan singkat dengan contoh situasi nyata, misalnya pelanggan tanpa nota atau barang yang sudah dipakai, membantu kasir baru lebih siap menghadapi keadaan sebenarnya.
Bagaimana mengelola retur penjualan dengan aplikasi kasir?
Mencatat retur di buku atau spreadsheet memerlukan tiga koreksi terpisah: penjualan, kas, dan stok. Kesalahan di salah satunya membuat laporan tidak cocok. Aplikasi kasir menyatukan ketiganya dalam satu proses.
Mulai paket Pro: retur dan batal dengan PIN atasan
Di KasirXpert, mulai paket Pro, retur dan pembatalan transaksi memerlukan PIN atasan dan nama penyetujunya tercatat. Stok per outlet terpotong otomatis setiap penjualan di semua paket, dan stock opname mulai paket Pro membantu memastikan stok tetap cocok setelah ada retur. Paket Pro seharga Rp74.000 per bulan. Daftar fitur lainnya ada di halaman fitur.
Mulai paket Growth: retur penjualan antarusaha dan retur ke pemasok
Untuk usaha yang menjual ke pelanggan usaha dengan faktur, mulai paket Growth tersedia penjualan antarusaha dengan retur penjualan, piutang, dan jatuh tempo. Paket Growth juga menyediakan retur ke pemasok, sehingga barang rusak dari pelanggan bisa diteruskan ke pemasok dengan catatan yang jelas. Paket Growth seharga Rp125.000 per bulan. Penjelasan lengkapnya ada di halaman fitur penjualan dan pembelian.
| Kebutuhan | Tersedia di KasirXpert |
|---|---|
| Retur dan batal dengan PIN atasan, nama penyetuju tercatat | Mulai Pro |
| Stok terpotong otomatis per outlet | Semua paket |
| Retur penjualan antarusaha dengan faktur | Mulai Growth |
| Retur ke pemasok | Mulai Growth |
Rincian semua paket ada di halaman harga. Pendaftar baru bisa memulai uji coba 14 hari untuk mencoba alur retur dengan produk Anda sendiri. Uji coba ini dipilih saat mendaftar; bila berakhir tanpa pembayaran, sistem terkunci sampai Anda memilih paket berbayar.
Kesalahan apa yang sering terjadi saat menangani retur?
Berikut kesalahan yang paling sering terjadi di toko kecil saat menangani retur penjualan.
- Menukar barang langsung dari rak tanpa mencatat. Stok dua barang menjadi tidak cocok, dan penjualan tetap tercatat seolah tidak ada retur.
- Mengembalikan uang dari laci tanpa catatan. Kas berselisih saat tutup shift, dan penyebabnya sulit ditelusuri.
- Mengembalikan barang rusak ke stok jual. Barang yang rusak kembali ke rak dan bisa terjual lagi kepada pelanggan lain.
- Tidak mencatat penyebab retur. Toko kehilangan informasi penting untuk mengevaluasi produk dan pemasok.
- Kebijakan berbeda-beda antar kasir. Pelanggan yang sama mendapat perlakuan berbeda tergantung siapa yang bertugas.
- Tidak ada persetujuan atasan. Retur bisa diproses siapa saja, sehingga celah kecurangan terbuka lebar.
Kesimpulan
Retur penjualan adalah pengembalian barang oleh pembeli kepada penjual, dan hampir pasti terjadi di setiap usaha yang menjual barang. Yang membedakan toko yang rapi dan yang tidak adalah cara retur itu dicatat: penjualan, kas atau piutang, dan stok harus dikoreksi bersamaan, dan setiap retur sebaiknya disetujui oleh orang yang berwenang.
Mulailah dengan menyusun kebijakan retur yang jelas, mewajibkan nota, dan mencatat penyebab setiap retur. Pantau persentase retur dari penjualan setiap bulan, lalu telusuri bila angkanya naik. Dengan pencatatan yang rapi, retur tidak lagi menjadi sumber selisih, melainkan sumber informasi untuk memperbaiki produk, pemasok, dan pelayanan.
Pertanyaan umum
Apa itu retur penjualan?
Retur penjualan adalah pengembalian barang yang sudah dijual oleh pembeli kepada penjual, biasanya karena barang rusak, cacat, salah kirim, atau tidak sesuai pesanan. Retur mengurangi penjualan dan biasanya diikuti pengembalian uang, penukaran barang, atau pengurangan tagihan.
Apa beda retur penjualan dan retur pembelian?
Retur penjualan terjadi saat pelanggan mengembalikan barang ke toko Anda. Retur pembelian terjadi saat toko Anda mengembalikan barang kepada pemasok.
Bagaimana jurnal retur penjualan tunai?
Secara umum, akun Retur Penjualan didebit dan akun Kas dikredit sebesar nilai barang yang dikembalikan. Bila memakai metode perpetual, akun Persediaan juga didebit dan HPP dikredit sebesar modal barang tersebut.
Apakah retur penjualan mengurangi omzet?
Ya. Retur penjualan mengurangi penjualan kotor, sehingga yang dilaporkan sebagai penjualan bersih adalah penjualan dikurangi retur dan potongan.
Bagaimana mencegah retur disalahgunakan?
Tetapkan kebijakan retur yang jelas, wajibkan nota, dan batasi siapa yang boleh menyetujui retur. Di KasirXpert, mulai paket Pro, retur dan pembatalan memerlukan PIN atasan dan nama penyetujunya tercatat.
Kasir cepat di HP, tablet, atau laptop. Coba semua fitur gratis 14 hari, tanpa kartu kredit, lalu pilih paket yang pas.
Tim yang membangun KasirXpert dan mendampingi pemilik usaha memakainya. Menulis panduan fitur, pembaruan aplikasi, dan kabar terbaru KasirXpert.
Lihat semua 39 artikel

