Cost of Goods Sold

Cost of Goods Sold: Arti, Manfaat, Komponen, dan Contoh Hitungnya

Jangan pernah menyepelekan Cost of Goods Sold (COGS) dalam bisnis kamu. Pasalnya, angka ini jadi salah satu yang menentukan perusahaanmu benar-benar untung atau tidak. Hanya

Jangan pernah menyepelekan Cost of Goods Sold (COGS) dalam bisnis kamu. Pasalnya, angka ini jadi salah satu yang menentukan perusahaanmu benar-benar untung atau tidak. 

Hanya melihat omzet dan lupa bahwa penjualan tinggi tidak menjamin keuntungan kalau biaya produksinya bocor di mana-mana. 

COGS ini yang diam-diam menentukan apakah harga jual Anda sudah pas, apakah proses produksi efisien, dan apakah bisnis Anda benar-benar menghasilkan uang atau cuma kelihatan sibuk di luar.

Memang, pembahasan soal Cost of Goods Sold (COGS) itu nampak terlalu teknis, padahal sebenarnya bisa sangat praktis. 

Dengan memahami COGS, kamu pun bisa tahu apakah stok terpakai dengan benar, bahan baku boros, atau supplier mulai bikin biaya melambung. 

Semua keputusan soal harga, margin, sampai strategi produksi bertumpu pada pemahaman angka ini. Karena itu COGS harus Anda kuasai. 

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 9 Dampak Kesalahan Pencatatan Keuangan

Apa Itu Cost Of Goods Sold?

COGS adalah total biaya yang kamu keluarkan untuk menghasilkan barang yang akhirnya berhasil terjual pada periode tertentu. Fokusnya hanya pada barang yang benar-benar laku, bukan keseluruhan stok.

Jika kamu punya usaha kuliner, COGS mencakup bahan baku yang kamu pakai untuk makanan yang terjual. 

Kalau Anda jualan pakaian, COGS mencakup biaya pembelian barang yang sudah berpindah ke tangan pembeli. 

Intinya Anda mencatat hanya biaya untuk barang yang sudah menghasilkan pemasukan.

Mengapa fokus ke barang terjual? Supaya perhitungan laba tidak bias. Produk yang belum laku masih menjadi aset, bukan beban.

Kenapa Menghitung Cost of Goods Sold Sangat Penting untuk Bisnismu? 

Sebagai pemilik usaha, kamu sering kali merasa tenang ketika melihat angka penjualan naik. 

Masalahnya, penjualan tanpa melihat COGS itu tidak memberi gambaran apa pun soal kondisi sebenarnya. Melihat, menghitung, dan memahaminya akan memberimu manfaat berikut: 

1. Menentukan Harga Jual dengan Akurat

Kalau kamu tidak punya data COGS yang jelas, kamu seperti menebak harga jual. Kamu bisa memasang harga terlalu rendah dan rugi, atau terlalu tinggi dan kehilangan pelanggan. 

Dengan Cost of goods sold formula yang rapi, kamu tahu batas minimal harga yang harus kamu jaga. Kamu juga lebih tenang menentukan margin karena kamu tahu struktur biayanya dari awal.

2. Mengukur Efisiensi Operasional

COGS yang stabil biasanya menunjukkan proses produksi kamu sudah konsisten. Ketika angka COGS naik terus, itu sinyal ada sesuatu yang perlu kamu cek. 

Mungkin bahan baku boros, mungkin supplier mulai menaikkan harga, atau mungkin proses produksi melambat sehingga biaya tidak seimbang. 

Data COGS membantu kamu menemukan titik masalah sebelum kerugiannya makin besar.

3. Menghitung Laba Kotor dengan Tepat

Laba kotor = Penjualan – COGS.

Cost of goods sold rumus itu sederhana, tapi dampaknya besar. Kamu bisa menilai seberapa kuat bisnis menghasilkan profit sebelum biaya operasional lain masuk. 

Kalau COGS terlalu tinggi, margin kotor akan turun dan ruang gerak bisnis kamu ikut mengecil. Karena itu kamu harus menghitung COGS secara konsisten supaya laporan laba kotor kamu tetap akurat.

4. Membantu Pengambilan Keputusan

Data COGS yang jelas bikin kamu lebih percaya diri untuk mengambil langkah penting. Kamu bisa tahu kapan saatnya menaikkan harga, kapan harus mencari supplier yang lebih masuk akal, atau kapan proses produksi perlu kamu perbaiki.

Semua keputusan ini jadi jauh lebih terukur karena kamu punya data biaya yang tidak mengambang.

Baca Juga: 6 Manfaat Laporan Keuangan Real Time Bagi Bisnis

Komponen yang Termasuk dalam Cost of Goods Sold

Jika ingin menghitung cost of goods sold artinya kamu harus tahu komponen apa saja yang masuk perhitungan. Tidak semua biaya otomatis masuk ke COGS, hanya biaya yang benar-benar terkait langsung dengan produksi barang yang terjual. Ini komponennya: 

1. Bahan Baku

Bahan baku adalah semua material yang kamu perlukan untuk membuat produk. Misalnya, kalau kamu punya toko kue, bahan baku mencakup tepung, telur, gula, mentega, dan bahan lain yang langsung menjadi bagian produk. 

Kalau bisnis kamu di fashion, bahan baku berarti kain, benang, kancing, atau aksesoris yang kamu pakai untuk produksi. Jadi, setiap bahan yang menjadi inti produk harus masuk ke Cost of Goods Sold karena tanpa itu kamu tidak bisa menghasilkan barang.

2. Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja langsung berarti gaji atau upah pekerja yang benar-benar terlibat dalam proses produksi. 

Kalau kamu punya tim produksi, gaji mereka masuk COGS karena mereka membuat barang yang akhirnya dijual. 

Sementara gaji admin, customer service, atau tim marketing tidak masuk ke COGS, karena mereka tidak langsung menghasilkan produk. 

Kamu harus memisahkan ini supaya laporan biaya produksi jelas dan tidak tercampur dengan biaya operasional lain.

3. Bahan Penolong

Cost of Goods Sold

Bahan penolong adalah bahan yang tidak menjadi bagian utama produk, tapi tetap diperlukan selama proses produksi. 

Misalnya, minyak goreng untuk produksi makanan ringan, bensin untuk mesin, atau kemasan khusus untuk membungkus barang. 

Biaya bahan penolong ini memang kecil per item, tapi kalau tidak kamu catat bisa membuat COGS jadi kurang akurat, apalagi kalau volume produksi besar.

4. Biaya Produksi Langsung

Komponen yang harus kamu hitung dalam cost of goods sold adalah biaya produksi langsung. 

Biaya produksi langsung mencakup semua biaya lain yang muncul karena proses produksi berjalan. 

Misalnya listrik untuk mesin produksi, penyusutan peralatan, atau biaya pemeliharaan mesin. 

Biaya-biaya ini langsung terkait produksi dan memengaruhi total COGS, jadi kamu harus memasukkannya. 

Dengan mencatat biaya ini, kamu bisa tahu seberapa efisien proses produksi kamu berjalan dan bisa mengantisipasi kenaikan biaya yang tidak terduga.

5. Pembelian Stok Barang Jadi

Kalau bisnis kamu lebih ke reseller atau retail, komponen COGS biasanya lebih sederhana. 

Kamu cukup menghitung harga beli barang dari supplier ditambah biaya masuk lain seperti ongkos kirim. 

Jadi, setiap barang yang kamu beli untuk dijual kembali langsung masuk ke COGS. Kamu tidak perlu menghitung biaya produksi karena barang sudah jadi, tapi tetap harus memastikan semua pengeluaran terkait pembelian tercatat agar laporan keuangan akurat.

Baca Juga: Inilah 5 Fungsi Akuntansi Penting demi Pertumbuhan Bisnis

Komponen yang Tidak Termasuk COGS

Supaya tidak salah menghitung cost of goods sold dalam laporan keuangan, kami sertakan juga beberapa biaya yang tidak masuk ke dalam COGS: 

1. Biaya Pemasaran dan Iklan

Biaya ini tidak langsung membuat barang jadi, tapi fokusnya untuk menarik pelanggan. Misalnya, kamu bayar iklan Facebook, Google Ads, atau brosur. 

Karena biaya ini tidak memengaruhi jumlah barang yang terjual atau kualitas barang, maka masuknya ke Operating Expenses, bukan Cost of Goods Sold

2. Gaji Admin dan Staf Non-Produksi

Staf administrasi, customer service, atau tim HR membantu operasional, tapi mereka tidak memproduksi barang. 

Jadi, gaji mereka tidak boleh masuk COGS. Kalau kamu masukkan, laporan biaya produksi jadi membengkak dan laba kotor terlihat lebih rendah padahal sebenarnya staf ini tidak terkait langsung dengan pembuatan produk.

3. Biaya Sewa Kantor Administrasi

Cost of Goods Sold

Sewa kantor untuk kegiatan administrasi, tim penjualan, atau manajemen tidak ada hubungannya dengan produksi barang. 

Biaya ini tetap harus kamu catat, tapi masuk ke kategori biaya operasional. Kalau kamu campur dengan COGS, perhitungan efisiensi produksi jadi tidak akurat dan kamu sulit menilai margin produk.

4. Biaya Software seperti CRM, ERP, dan Tools Marketing

Software yang digunakan untuk manajemen pelanggan, akuntansi, atau marketing bukan bagian dari produksi barang. 

Misalnya kamu berlangganan CRM untuk memantau pelanggan atau ERP untuk manajemen stok. 

Karena software ini tidak langsung mengubah bahan menjadi produk jadi, biayanya masuk Operating Expenses, bukan COGS.

5. Biaya Transportasi untuk Keperluan Pemasaran

Transportasi yang kamu pakai untuk bertemu klien, mengantar brosur, atau distribusi promosi juga tidak langsung membuat produk. 

Karena itu, biaya ini masuk operasional, bukan COGS. Kalau kamu mencampurnya, kamu tidak bisa menilai biaya produksi per unit dengan tepat, sehingga margin laba kotor menjadi tidak akurat.

6. Biaya Listrik Kantor yang Tidak Terkait Produksi

Listrik yang kamu pakai di kantor, untuk AC, lampu, atau komputer staf administrasi, bukan bagian dari proses produksi. 

Biaya ini juga masuk Operating Expenses. Kalau kamu ikutkan ke COGS, angka biaya produksi membesar tanpa alasan, dan laporan laba kotor jadi menyesatkan.

Contoh Perhitungan COGS Supaya Lebih Jelas

Biar lebih jelas, mari cek contoh perhitungan Cost of Goods Sold di sini: 

Misalkan kamu punya bisnis minuman kopi literan. Data bulan Januari seperti berikut:

Persediaan awal: Rp3.000.000

Pembelian bahan baku bulan ini: Rp7.000.000

Persediaan akhir: Rp2.500.000

Masukkan ke rumus:

COGS = 3.000.000 + 7.000.000 – 2.500.000

COGS = 7.500.000

Berarti biaya bahan baku untuk produk yang terjual di bulan itu mencapai Rp7.500.000. Kalau penjualan Anda misalnya Rp15.000.000, maka laba kotor Anda Rp7.500.000.

Dengan angka itu kamu bisa hitung margin kotor, efisiensi biaya, sampai penentuan strategi penjualan untuk bulan berikutnya.

Bagaimana COGS Mempengaruhi Penetapan Harga Jual?

Harga jual itu merupakan perhitungan dari biaya produksi, biaya operasional, dan margin yang ingin Anda ambil. 

COGS menjadi angka dasar. Kalau COGS naik dan Anda tidak menyesuaikan harga jual, laba akan turun.

Untuk menentukan harga yang sehat, sebagian besar bisnis memakai formula seperti:

Harga Jual = COGS / (1 – Margin yang Kamu Inginkan)

Misalnya Anda ingin margin 40 persen dan COGS produk Rp30.000. Maka:

Harga jual = 30.000 / (1 – 0,4) 

= 30.000 / 0,6

= Rp50.000

Cara ini jauh lebih aman daripada asal markup 20 persen atau sekadar mengikuti pesaing.

Sudah Paham Cost of Goods Sold? Waktunya Nemu Cara Efisien Catat Semua Biaya!

Kalau kamu sudah paham pentingnya COGS, sekarang tantangannya adalah bagaimana mencatat semua biaya produksi, stok, dan transaksi dengan rapi supaya laporan laba kotor kamu selalu akurat. 

KasirXpert bisa jadi solusinya. Dengan sistem POS modern ini, semua proses penjualan, pencatatan stok, dan manajemen biaya bisa kamu lakukan dalam satu platform. 

Jadi, kamu bisa langsung tahu berapa biaya bahan baku, tenaga kerja, dan stok yang terpakai tanpa ribet menghitung manual.

Selain itu, fitur inventory KasirXpert memudahkan kamu memonitor persediaan barang, sehingga tidak ada bahan baku yang terbuang percuma dan COGS tetap terkontrol. Yuk, coba KasirXpert.