strategi bisnis

Strategi Bisnis: Definisi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Strategi bisnis bisa jadi petunjuk arah agar usaha atau bisnismu lebih sukses dari kompetitor. Kamu mungkin sudah tak asing dengan kisah perusahaan seperti Apple ataupun

Strategi bisnis bisa jadi petunjuk arah agar usaha atau bisnismu lebih sukses dari kompetitor. 

Kamu mungkin sudah tak asing dengan kisah perusahaan seperti Apple ataupun Gojek yang mampu mendominasi pasar. Tapi, tahukah kamu kalau di balik keberhasilan mereka, ada strategi yang begitu matang? 

Ingin tahu lebih dalam mengenai apa saja strategi bisnis hingga penerapannya dalam perusahaan? Cek lengkap di sini. 

Pengertian Strategi Bisnis

Strategi bisnis adalah rencana jangka panjang yang kamu susun untuk mencapai tujuan perusahaan, seperti meningkatkan profit atau memperluas pangsa pasar. 

Menurut Michael Porter, seorang pakar strategi bisnis, strategi ini mencakup keputusan-keputusan yang membedakan bisnismu dari pesaing, menciptakan nilai bagi pelanggan, dan memastikan keunggulan kompetitif. 

Dengan kata lain, strategi bisnis merupakan panduan konkret yang mengarahkan setiap langkah operasional, mulai dari pemasaran hingga pengembangan produk.

Kamu bisa berpikir bahwa strategi bisnis itu sebagai kompas. Tanpa kompas, kapal bisnismu mungkin tersesat di lautan persaingan. 

Strategi ini nantinya akan membantu kamu menentukan siapa target pasar, ke mana alokasi sumber daya yang tepat, dan cara terbaik untuk bersaing. 

Misalnya, perusahaan seperti Tesla fokus pada inovasi teknologi untuk menarik pelanggan premium, sementara Walmart memilih strategi biaya rendah untuk menjangkau massa. 

Jadi, strategi bisnis adalah fondasi dari suatu bisnis yang menentukan arah dan keberhasilan bisnismu.

Baca Juga: Sistem Pos Kasir: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsi

Manfaat Penerapan Strategi Bisnis

Mengapa kamu perlu menerapkan strategi dalam bisnis? Jawabannya sederhana, yakni strategi ini membawa banyak manfaat yang memperkuat posisi bisnismu. Berikut tujuh manfaat utama yang akan kamu rasakan.

1. Memberikan Arah dan Fokus yang Jelas

Dengan adanya strategi, maka bisnismu bisa punya peta jalan yang begitu jelas. Setelah ada peta, maka kamu bisa menetapkan tujuan jangka panjang. 

Baik itu meningkatkan pendapatan beberapa persen selama 3 tahun atau merancang langkah-langkah terbaik untuk tujuan perusahaanmu. 

Selain itu, adanya strategi pada bisnismu juga memberi fokus yang cukup tajam. Hasilnya, tim yang kamu bentuk tidak akan membuang-buang waktu pada beberapa aktivitas yang kurang relevan. 

Contohnya, Netflix ini punya visi untuk jadi pemimpin streaming global. Akhirnya, mereka terus mengembangkan konten-konten orisinal dan menarik untuk pelanggan. 

2. Efisiensi Operasional

Jika bisnismu punya strategi yang sangat terencana, maka alokasi sumber daya bisnis akan lebih optimal. 

Jadi, kamu akan tahu kapan harus rekrut karyawan baru, melakukan investasi pada teknologi, maupun memotong biaya yang tidak perlu. 

Misalnya saja, kamu menggunakan strategi rantai pasok yang cepat agar waktu produksi jadi berkurang. Akhirnya, koleksi baru bisa rilis hanya dalam hitungan minggu. 

3. Keunggulan Kompetitif

Benar, strategi bisnis akan membuat usaha yang kamu kelola bisa lebih menonjol daripada kompetitor atau pesaing. 

Mengapa? Salah satu komponen atau unsur dari strategi adalah nilai unik atau unique value dari suatu bisnis. 

Misalnya saja, kamu menemukan bahwa bisnismu unggul dalam produk-produk yang inovatif, harga yang kompetitif, atau layanan pelanggan yang maksimal. 

Dengan begitu, kamu bisa menarik pelanggan jauh lebih banyak daripada pesaing. Ini juga menjadi salah satu tujuan strategi bisnis serta manfaat yang bisa kamu peroleh, yakni menemukan nilai unik dan memahami cara untuk mengkapitalisasinya. 

4. Manajemen Risiko yang Lebih Baik

Pasar selalu berubah, dan strategi bisnis memungkinkan kamu mengantisipasi risiko, seperti perubahan tren atau krisis ekonomi. 

Dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), kamu bisa merancang rencana cadangan. 

Contohnya, saat pandemi melanda, banyak restoran beralih ke layanan pesan-antar untuk bertahan.

Baca Juga: Begini 6 Cara Menggunakan Mesin EDC untuk Kasir

5. Peningkatan Profitabilitas

Kemudian, strategi yang tepat meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya. Kamu bisa menargetkan segmen pasar yang paling menguntungkan atau mengoptimalkan proses produksi. 

Misalnya saja, Amazon menggunakan strategi diversifikasi dengan meluncurkan AWS, yang kini menyumbang porsi besar untuk angka keuntungan mereka.

6. Adaptasi pada Perubahan Pasar

Dalam dunia bisnis, pergerakannya memang cukup cepat. Jadi, strategi bisnis bisa membantumu agar tetap relevan dengan pergerakan tersebut. 

Kamu dapat merespon segala hal yang berubah mulai dari kemajuan teknologi maupun perubahan perilaku konsumen secara efektif. 

7. Meningkatkan Nilai Perusahaan

strategi bisnis

Keberhasilan strategi yang kamu gunakan, lambat laun akan meningkatkan reputasi dan juga nilai bisnis kamu. Terutama di mata mitra atau investor. 

Jika bisnismu bisa bertumbuh secara konsisten dan terus berinovasi, maka kamu dapat menarik investasi sekaligus berkesempatan menjalin kemitraan strategis. 

Jenis-jenis Strategi Bisnis

Sudah bosan dengan penjelasan definisi dan manfaatnya? Sekarang, mari bergerak ke jenis-jenis strategi bisnis yang umumnya digunakan. Lebih dari 4 strategi bisnis, berikut ini penjelasan lengkapnya: 

1. Growth Strategy

Ini adalah strategi pertumbuhan. Fokus utamanya adalah pada ekspansi. Nah, ekspansi itu sendiri terdiri dari berbagai bentuk. Ada dengan menambah angka penjualan, buka cabang baru, sampai dengan terjun ke pasar internasional. 

Bagaimana caranya? Banyak. Kamu bisa mewujudkannya dengan beberapa cara mulai dari akuisisi, pengembangan produk baru, sampai dengan ekspansi geografis. 

Misalnya, Starbucks yang tadinya cuma kedai kopi kecil di Seattle kini punya ribuan gerai di seluruh dunia, termasuk di Asia.

2. Focus Strategy

Strategi ini, memang lebih mengutamakan fokus pada tipe, pasar, atau segmen yang sangat spesifik. Kamu tidak peduli dengan pasar pada umumnya. 

Di dalam bisnis, dengan meladeni kebutuhan dalam niche tertentu, maka kamu bisa memberikan pelayanan yang begitu spesial dan membuat banyak pelanggan lebih suka denganmu. 

Misalnya saja, ada Rolex. Siapa yang tidak tahu brand jam tangan luxury satu ini? Mereka, menerapkan focus strategy sebagai strategi bisnisnya. 

Rolex, hanya berfokus ke pelanggan kelas atas yang rela mengeluarkan budget untuk jam tangan yang mewah. 

Akhirnya, mereka mampu menjual produk dengan harga yang premium dan bonusnya adalah image yang eksklusif. 

3. Differentiation Strategy

Strategi ini soal bikin bisnismu beda dari yang lain, seperti kamu yang selalu punya gaya khas di antara temen-temenmu. 

Intinya, dalam strategi satu ini, kamu menonjolkan sesuatu yang unik dari produk atau layananmu, entah itu kualitas, desain, atau fitur spesial, supaya pelanggan memilihmu ketimbang kompetitor.

Coba lihat Apple. Sesuatu yang mereka pamerkan bukan teknologi saja. Namun, elegansi dan ekosistem dari teknologinya menjadi salah satu alasan kenapa penggunanya betah. 

Selain itu, mereka berhasil bikin pelanggan merasa keren saat memiliki produk-produk Apple. 

4. Cost Leadership Strategy

Strategi apa saja dalam bisnis? Salah satunya adalah cost leadership strategi atau strategi untuk memimpin soal biaya. 

Inilah strategi bisnis yang bisa bikin kamu jadi rajanya produk dengan harga murah. Tujuannya sangat sederhana, yakni menawarkan produk dengan harga yang paling terjangkau di pasar agar semua pihak melirikmu. 

Bagaimana caranya? Tentu, efisiensi dengan produksi massal, negosiasi keras dengan supplier, atau memotong kebutuhan biaya operasional. 

Baca Juga: Belajar dari Kasus Fraud eFishery Terkait Laporan Keuangan

5. Innovation Strategy

Kalau kamu tipe yang suka bikin gebrakan, maka strategi inovasi ini cocok banget. Kamu fokus pada bikin produk, layanan, atau proses baru yang akan menggantikan cara-cara lama di industri. 

Jika terus begini, maka layanan atau produk yang kamu sediakan, akan membuat kompetitor kamu ketinggalan. 

6. Strategic Alliances

Ada satu kutipan dari series One Piece yang cukup terkenal, yakni yang paling menakutkan adalah mereka yang punya banyak teman. Menariknya, itu juga berlaku dalam dunia bisnis. 

Jika kamu bisa menggandeng teman yang kuat, maka kesempatan menang akan lebih besar. 

Dalam bisnis, kamu bisa bermitra dengan perusahaan lain untuk bagi-bagi sumber daya, teknologi, atau akses pasar. Aliansi ini bikin kamu lebih kuat tanpa harus kerja sendirian.

7. Diversification Strategy

strategi bisnis

Kutipan lain yang populer dalam dunia bisnis yakni jangan sampai kamu meletakkan semua telur hanya dalam satu keranjang. 

Artinya, cobalah masuk ke produk atau pasar baru yang beda dari bisnis utamamu untuk kurangi risiko. Jika ada satu bisnis yang lesu, maka bisnis lain bisa cover kerugian yang mungkin terjadi. 

8. Market Penetration Strategy

Mau all-in? Sepertinya kamu cocok dengan strategi bisnis penetrasi pasar. Hanya saja, syaratnya adalah kamu sudah menguasai pasar terlebih dahulu. 

Nantinya, kamu bisa cari cara agar lebih banyak pelanggan yang beli atau menarik pelanggan baru pada pasar yang sama. 

Caranya bisa dengan diskon, promo, dan iklan-iklan yang agresif. Memang melelahkan menggunakan cara ini, tapi worth untuk kamu coba. 

9. Digital Strategy

Soal ini, mungkin kamu sudah begitu paham. Digital strategy kini seolah jadi satu-kesatuan dalam bisnis. 

Caranya adalah memanfaatkan media sosial, SEO, Ads, SEM, e-commerce, dan banyak lagi. 

Tujuannya adalah untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas dan membuat proses operasional jadi lebih efisien. 

Bukan website saja, tapi intinya kamu ‘mengepung’ pelanggan dengan berbagai cara-cara yang populer. 

Contoh Strategi Bisnis dalam Penerapannya

Membahas soal jenis-jenis atau sekadar arti, mungkin belum cukup buat bikin kamu paham. Maka dari itu, cobalah cek uraian contoh-contoh strategi bisnis yang sudah diterapkan oleh perusahaan besar ini: 

1. Apple dengan Strategi Diferensiasinya

Ini sudah populer, sih, jadi contoh dalam penerapan strategi yang begitu efisien dalam bisnis. Apple menciptakan produk premium seperti iPhone dan MacBook yang menonjol karena desain elegan dan teknologi canggih. 

Mereka membangun ekosistem tertutup yang membuat pelanggan sulit beralih ke merek lain. Strategi ini memperkuat loyalitas dan memungkinkan Apple menetapkan harga tinggi.

2. Walmart 

Kamu sudah pasti pernah dengar kalau Walmart ini memang “rajanya” untuk strategi produk dengan harga terjangkau. 

Walmart menawarkan produk dengan harga rendah melalui efisiensi rantai pasok dan pembelian dalam jumlah besar. Mereka menargetkan pelanggan yang sensitif terhadap harga, sehingga mendominasi pasar ritel di banyak negara.

3. Gojek

Selanjutnya, ada Gojek yang memulai layanan ojek online, tetapi kini berkembang menjadi ekosistem digital dengan layanan pembayaran (GoPay) dan e-commerce (GoMart). 

Strategi digital mereka memanfaatkan teknologi untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan.

4. Tesla

“Anak” Elon Musk satu ini, sangat piawai dalam memanfaatkan innovation strategy. Tesla telah berhasil merevolusi industri otomotif dengan kendaraan listrik serta teknologi otonomnya. 

Bahkan, Elon juga terus berinvestasi pada R&D untuk menghasilkan baterai yang lebih efisien, sehingga memimpin pasar mobil listrik global.

Dengan penjelasan mengenai definisi hingga contoh strategi bisnis ini, sekarang kamu bisa lebih paham tentang berbagai hal yang menyebabkan suatu perusahaan bisa tahan lama dan terus berkembang. 

Wajib Gunakan Kasir Xpert sebagai Strategi Otomatisasi Bisnis!

Mau bisnismu lebih gacor dan berkembang lebih baik? Wajib pakai Kasir Xpert sebagai solusi dari otomatisasi bisnis kamu. 

Dengan ini, kebutuhan akan pencatatan transaksi secara cepat dan akurat hingga kebutuhan akan fitur laporan keuangan yang instan bisa kamu peroleh. Install sekarang!