Perang Dagang Amerika dan China: Penyebab hingga Dampaknya

Konflik antara dua negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia kian memanas. Belakangan, eskalasi perang dagang Amerika dan China cukup menyita perhatian banyak kalangan.
Mulai dari pengamat, politisi, profesional, praktisi, hingga influencer, banyak yang angkat bicara soal kompetisi dari dua kekuatan besar yang ada di dunia ini.
Ingin tahu seperti apa perang dagang Amerika dan China 2025 dan 2018 hingga implikasinya untuk Indonesia? Simak semuanya di sini.
Kapan Terjadi Perang Dagang Amerika dan China?
Sebenarnya, konflik ini pertama kali terjadi tahun 2018 setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif yang besar atas produk-produk China.
Tujuan utamanya adalah membatasi akses teknologi China, mengurangi defisit perdagangan Amerika, serta melindungi industri dalam negeri milik AS.
Kemudian, pada 02 April 2025, konflik ini kembali memanas. Terutama saat Trump menerapkan kenaikan tarif impor yang pada hampir semua negara di dunia, termasuk China.
Eskalasi tarif dan balasan demi balasan terus berlanjut. Dilansir dari Tempo, perang ini bermula sejak 2 April 2025, di mana Trump mengumumkan tarif resiprokal 10% untuk hampir semua barang impor dan 34% untuk produk-produk dari China.
Lalu, pada 4 April 2025, China membalasnya dengan juga mengenakan tarif impor sebesar 34% untuk produk-produk yang berasal dari AS dan berlaku mulai 10 April 2025.
Ketegangan terus meningkat dan Trump memberi ancaman kenaikan tarif jadi 50% jika China tak kunjung membatalkan keputusan tarifnya.
Lalu, ancaman tersebut terwujud karena Trump menaikkan total bea masuk produk-produk China menjadi 104%.
Tak diam saja, China membalasnya dengan kembali menaikkan tarif hingga 84%. Di hari yang sama, Trump membalasnya hingga terjadi kenaikan tarif secara drastis sampai 125%.
Ini adalah sedikit lanskap mengenai kapan terjadinya perang dagang Amerika dan China yang memanas serta eskalasi tarif dan saling balas antara kedua negara tersebut.
Catatan: angka-angka di atas adalah kondisi April 2025. Pada Mei 2025 kedua negara sepakat menurunkan sebagian tarif untuk sementara, dan kebijakan tarif terus berubah setelahnya. Cek berita terbaru untuk tarif yang berlaku saat ini.
Penyebab Konflik Amerika Serikat dan China dalam Perdagangan
Dari benak Anda, mungkin muncul pertanyaan, “Kenapa ini terjadi? Mengapa kedua negara tersebut sangat getol saling balas dalam tarif dan perang dagang?” Ini jawabannya:
1. Hilangnya Lapangan Kerja Manufaktur di AS
Pertama, penyebabnya adalah AS kehilangan lapangan kerja manufaktur. Ini terjadi karena tekanan impor produk murah dari China serta ketidakpastian mengenai kebijakan tarif di dalam perang dagang antara AS dan China.
Ada data terbaru yang menunjukkan jika pada Maret 2025, sektor manufaktur di AS mengalami kontraksi dan ini menurunkan lapangan pekerjaan yang signifikan sejak Oktober 2024 lalu.
Kemudian, angka PHK di sektor manufaktur AS juga mengalami lonjakan. Dari catatan, ternyata ada 53.000 tenaga kerja yang mengalami PHK di AS yang terjadi karena tekanan industri serta negaranya yang kebanjiran barang impor murah.
2. Defisit Perdagangan yang Besar

Kemudian, AS juga mengalami defisit perdagangan. Maksudnya adalah, total atau jumlah ekspor AS ke China, nilainya lebih kecil daripada jumlah impor AS dari China.
Kondisi ini, membuat terjadinya defisit perdagangan AS. Nilainya mencapai US$295 miliar.
Dari mana angkanya? Angka ini datang dari nilai ekspor AS ke China yang hanya US$145 miliar, sedangkan nilai impor AS dari China, mencapai US$440 miliar.
Ringkasnya, defisit perdagangan yang besar ini, menjelaskan kalau terjadi ketidakseimbangan antara ekspor-impor AS dan China.
3. Khawatir akan Bangkitnya Kekuatan Ekonomi dan Militer China
Selanjutnya, penyebab perang dagang Amerika dan China terjadi atas kekhawatiran AS pada bangkitnya kekuatan ekonomi dan militer China.
Hal ini berdasarkan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi China kuat dan konsisten dengan target 5% untuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2025.
Apalagi, China telah menargetkan angka tersebut sejak tiga tahun yang lalu dan masih bertahan hingga tahun ini.
Kemudian, kebijakan China yang mendorong penggunaan produk domestik serta pengembangan teknologi, menjadikannya begitu mandiri dan tidak bergantung pada negara-negara seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS).
Sementara negara-negara Barat, termasuk AS serta kelompok G7, punya kekhawatiran atas ketergantungan mereka pada China.
Begitu juga dari segi militer. Sampai saat ini, China terus meningkatkan nilai anggaran pertahanannya dan pada 2025 ini, ada kenaikan 7,2 persen.
AS memang menempati posisi pertama dalam hal kekuatan militer global. Tapi pertumbuhan militer China yang signifikan, membuat AS khawatir. Kekhawatiran tersebut berupa anggapan bahwa China bisa jadi ancaman strategis jangka panjang.
4. Kebijakan Proteksionisme Trump
Sering dapat julukan sebagai kebijakan ‘America First’, ini juga jadi pemicu perang dagang Amerika dan China.
Kebijakan ini sebenarnya masuk akal, karena Trump ingin mengurangi angka defisit perdagangan AS serta ingin mengembalikan kejayaan ekonomi lewat proteksionisme ini.
Dampak Perang Dagang Amerika dan China terhadap Indonesia
Apakah perang ini berdampak pada Indonesia? Sudah pasti.
Bahkan dampaknya dapat Anda temukan dalam geopolitik dan ketahanan ekonomi, stabilitas kawasan dan pertahanan, investasi dan keamanan, hingga dampak pada ekspor Indonesia.
Perang dagang, dapat menyebabkan gangguan pada rantai pasok global. Ini memicu penurunan tingkat permintaan ekspor bahan baku Indonesia ke China dan Amerika.
Dari segi stabilitas kawasan dan pertahanan juga demikian, utamanya yang berkaitan dengan militerisasi di Laut China Selatan.
Kemudian, masih ada juga dampak pada investasi, keamanan teknologi, hingga pada ekspor Indonesia.
Solusi Perang Dagang Amerika Dan China
Lantas, sebenarnya langkah apa yang bisa kedua negara tersebut tempuh?
Sederhananya, kedua negara yang berperang harus mengadakan kesepakatan perdagangan bilateral, dialog, dan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa internasional.
Jadi, itulah uraian mengenai perang dagang Amerika dan China. Belum lengkap dan detail memang, tapi cukup untuk menjadi gerbang Anda untuk memahami ‘gelud’ antara keduanya.
Kasir cepat di HP, tablet, atau laptop. Coba semua fitur gratis 14 hari, tanpa kartu kredit, lalu tetap gratis untuk 1 outlet.
Reskia Ekasari menulis 93 artikel di blog KasirXpert, terutama topik Bisnis & Wirausaha, Teknologi & Inovasi, dan Tips & Trik Usaha.
Lihat semua 93 artikel

