Bagi Anda yang sering membaca berita bisnis, tentu tahu bahwa belakangan ini dunia startup Indonesia sedang heboh karena dugaan kasus fraud eFishery. Unicorn startup di bidang akuakultur ini diduga melakukan kecurangan laporan keuangan.
Mengutip berita Kompas, perusahaan ini telah memanipulasi angka penjualan hingga Rp9,74 triliun.
Dampak dari skandal pemalsuan laporan keuangan eFishery menyebabkan kerugian finansial bagi investor dan berkurangnya kepercayaan publik.
eFishery CEO Gibran Huzaifah juga terkena imbas pemecatan karena terlibat dalam upaya manipulasi. Secara keseluruhan, kasus eFishery mempengaruhi integritas ekosistem startup Indonesia.
Baca Juga: 6 Manfaat Laporan Keuangan Real Time Bagi Bisnis
Daftar Isi :
ToggleBagaimana Detail Laporan Fraud eFishery?
Melansir situs integrity-indonesia.com, eFishery mempunyai versi laporan eksternal untuk disajikan ke pihak luar.
Laporan ini sudah mengalami manipulasi, sehingga datanya berbeda dengan laporan internal yang mencerminkan kondisi sebenarnya.
Adapun berita Kompas mengatakan laporan yang investor terima terkait pendapatan eFishery mencapai Rp12,2 triliun. Padahal, data pendapatan yang sebenarnya hanya sekitar Rp2,55 triliun.
Selain mark up angka pendapatan hingga lebih dari Rp9 triliun, perusahaan ini juga mengaku memiliki 400.000 lebih unit tempat pakan ikan yang beroperasi.
Akan tetapi, klaim tersebut sangat berbanding jauh dari hasil investigasi awal yang memperkirakan jumlah tempat makan ikan aktif hanya sekitar 24.000.
Kapan Praktik Fraud Ini Terjadi?
Dugaan kasus fraud eFishery sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Lebih tepatnya, pihak manajemen telah melakukan praktik kecurangan sejak tahun 2018 dengan tujuan menarik lebih banyak investor agar mendapat suntikan dana.
Meskipun eFishery adalah perusahaan akuakultur yang mengalami audit secara rutin oleh firma akuntansi terkemuka, upaya rekayasa laporan keuangan ini ternyata sama sekali tidak terdeteksi.
Kasus ini berhasil terungkap berkat laporan dari seorang whistleblower ke dewan direksi terima pada Desember 2024. Setelah itu, dewan direksi menyuruh FTI Consulting untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hasil penyelidikannya banyak menemukan data yang tidak sesuai pada laporan akuntansi oleh perusahaan.
Dampak Kasus Pemalsuan Laporan Keuangan eFishery
Skandal pemalsuan laporan keuangan oleh eFishery dengan nilai yang fantastis ini memberikan dampak yang cukup signifikan.
Ketika laporan keuangan sengaja dimanipulasi, masyarakat dan para investor menjadi ragu akan integritas perusahaan tersebut. Kasus ini tidak hanya merusak kredibilitas eFishery, tetapi juga karyawan yang mendapat stigma buruk dari publik.
Selain itu, dampak negatif dari kasus fraud ini bakal mempengaruhi minat investasi ke depan.
Investor pastinya lebih berhati-hati saat memilih untuk menanamkan modal. Terlebih untuk perusahaan yang namanya tercoreng karena praktik kecurangan.
Baca Juga: 5 Masalah yang Sering Dihadapi Pemilik Toko dan Cara Mengatasinya dengan POS
Tips Mencegah Fraud dalam Bisnis
Belajar dari kasus fraud eFishery, Anda tentu tidak ingin terjadi praktik kecurangan serupa bukan? Nah, berikut adalah sejumlah tips mencegah fraud dalam bisnis yang bisa Anda coba:
1. Menerapkan Mekanisme Whistleblower
Whistleblower berperan sebagai pelapor atas dugaan pelanggaran atau praktik ilegal pada tempat kerja. Berkaca dari kasus eFishery, whistleblower memainkan peran penting untuk mengungkap skandal fraud yang senilai triliunan.
Oleh sebab itu, sebaiknya Anda menyediakan saluran yang aman bagi whistleblower untuk menyampaikan laporan. Misalnya melalui aplikasi atau platform daring yang keamanannya terjamin.
2. Menjalankan SOP secara Disiplin
Setiap karyawan harus menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) secara disiplin untuk mencegah terbukanya celah praktik kecurangan.
Jangan sampai SOP yang telah perusahaan tetapkan hanya menjadi aturan formalitas tanpa sungguh-sungguh dilakukan.
Baca Juga: SOP Kasir: Definisi, Tujuan, Komponen, dan Contohnya
3. Mengadakan Audit Internal dan Eksternal
Tips mencegah fraud pada bisnis berikutnya adalah mengadakan audit internal maupun eksternal secara rutin.
Audit ini bermanfaat sebagai alat pendeteksi awal apakah ada transaksi yang aneh atau ketidaksesuaian transaksi. Jika auditnya benar, kemungkinan perusahaan bisa segera menangani area-area yang bermasalah sebelum timbul penyalahgunaan.
Selain menerapkan 3 tips untuk mencegah fraud pada bisnis, Anda juga bisa menggunakan aplikasi POS (Point of Sales) dari KasirXpert. Aplikasi ini mampu mengelola penjualan toko secara cepat dan akurat.
Selain itu KasirXpert memastikan setiap transaksi tercatat secara transparan dan aman, sehingga mengurangi risiko fraud seperti yang terjadi pada kasus eFishery. Jadi, Anda bisa berbisnis dengan perasaan tenang.
Yuk, pakai KasirXpert sebagai mitra strategis untuk meningkatkan efisiensi dan operasional bisnis Anda sekarang!
Reskia Ekasari S.E – adalah seorang analis keuangan muda yang hobi menggeluti dunia digital marketing. Memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Reskia telah berpengalaman lebih dari 4 tahun di bidang keuangan dan pemasaran digital.
