Cara Hitung Return on Investment

5 Cara Hitung Return on Investment dan Contoh Penghitungannya

Jika Anda ingin mengelola keuangan, investasi, atau proyek bisnis dengan lebih cerdas, memahami cara hitung Return on Investment (ROI) menjadi hal yang wajib. ROI membantu

Jika Anda ingin mengelola keuangan, investasi, atau proyek bisnis dengan lebih cerdas, memahami cara hitung Return on Investment (ROI) menjadi hal yang wajib. 

ROI membantu Anda menilai apakah modal yang Anda keluarkan memberi hasil yang sepadan atau justru harus melakukan evaluasi ulang. 

Tanpa memahami ROI, keputusan investasi bisa menjadi sekadar tebakan, bukan perhitungan yang logis. 

Ingin dapat panduan langkah demi langkah? Kamu memandu Anda langkah demi langkah, dari pengertian dasar hingga contoh praktis, supaya Anda bisa menilai profitabilitas investasi dengan tepat.

Baca Juga: 6 Manfaat Laporan Keuangan Real Time Bagi Bisnis

Apa Itu Return on Investment (ROI)?

Memang, kini sudah ada kalkulator ROI yang akan memudahkan Anda. Tapi, ada baiknya paham dulu konsep dasar dari ROI itu sendiri.

Jadi, ROI (Return on Investment) adalah metrik yang menunjukkan seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari modal atau biaya yang Anda keluarkan. 

Nilainya biasanya berbentuk persentase, sehingga memudahkan untuk membandingkan efisiensi berbagai investasi berbeda. 

ROI bisa Anda gunakan dalam banyak konteks. Misalnya mulai investasi finansial, proyek bisnis, pemasaran, atau evaluasi kampanye iklan. 

Dengan memahami ROI, Anda bisa menilai apakah modal yang Anda keluarkan memberikan hasil sesuai harapan atau memerlukan strategi baru.

ROI memberi gambaran sederhana, tapi sangat powerful, tentang profitabilitas suatu investasi. 

Misalnya, Anda menanam modal di saham, properti, atau kampanye marketing digital. Dengan ROI, Anda bisa membandingkan mana yang lebih efisien, mana yang perlu Anda hentikan, dan mana yang layak Anda perbesar. 

Angka ini juga memudahkan komunikasi dengan partner atau pemegang saham karena tersaji dalam bentuk persentase yang langsung bisa Anda pahami. 

Rumus Dasar ROI

Nah, cara menghitung ROI dari laporan keuangan itu sebenarnya mudah karena ada rumus untuk menghitungnya. 

Namun, ada beberapa versi rumus ROI tergantung konteks investasi. Dua rumus utama yang umum orang-orang gunakan adalah: 

1. Rumus ROI Berbasis Laba Bersih

ROI = (Laba Bersih: Biaya Investasi​)×100%

Rumus ini cocok untuk investasi atau proyek yang laba bersihnya bisa langsung Anda hitung dari pendapatan yang dikurangi dengan biaya. 

2. Rumus Berdasarkan Selisih Nilai Investasi

ROI = ((Nilai Investasi Akhir – Nilai Investasi Awal) / Biaya Investasi Awal) × 100%

Versi ini sering banyak orang pakai untuk saham, properti, atau aset lain yang diperjualbelikan.

Contoh: Anda menanam modal Rp 5.000.000 dan setelah menjualnya nilainya Rp 5.500.000, maka:

ROI = ((5.500.000 – 5.000.000) / 5.000.000) × 100% = 10%

Itu adalah cara menghitung Return on Investment dan contohnya yang terbilang sederhana. 

Cara Hitung Return on Investment, Langkah demi Langkah

Sekarang, waktunya cara hitung Return on Investment secara lebih detail. Berikut ini caranya: 

1. Tentukan Biaya Investasi

Langkah pertama, Anda harus menghitung seluruh modal yang Anda keluarkan untuk investasi tersebut. 

Pastikan semua komponen biaya tercatat, mulai dari modal awal, biaya operasional, komisi, biaya administrasi, hingga pengeluaran tambahan lain yang relevan.

Bahkan biaya tersembunyi atau biaya tak terduga perlu dimasukkan supaya hasil perhitungan ROI menunjukkan angka yang realistis.

2. Hitung Total Pendapatan atau Nilai Akhir Investasi

Cara menghitung ROI per tahun selanjutnya yakni menghitung total pendapatan atau nilai akhir dari investasi Anda. 

Jika investasi berupa penjualan aset, maka catat harga jualnya. Tapi kalau investasi berupa proyek bisnis atau usaha, hitung total revenue atau laba bersih yang berhasil Anda peroleh dari kegiatan usaha tersebut.

Sedangkan untuk pemasaran digital, Anda bisa menghitung tambahan pendapatan yang muncul sebagai hasil langsung dari kampanye, misalnya penjualan yang bertambah atau lead yang terkonversi menjadi transaksi.

Ini adalah salah satu cara hitung Return on Investment yang penting. 

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 9 Dampak Kesalahan Pencatatan Keuangan

3. Hitung Keuntungan Bersih

Cara Hitung Return on Investment

Setelah mengetahui total pendapatan dan total biaya, Anda dapat menghitung keuntungan bersih. 

Gunakan rumus sederhana yakni keuntungan bersih sama dengan total pendapatan dikurangi seluruh biaya investasi, termasuk biaya tambahan.

Angka keuntungan bersih ini menjadi dasar perhitungan ROI dan membantu Anda mengetahui seberapa efektif modal yang Anda keluarkan menghasilkan keuntungan.

Jika keuntungan bersih positif, investasi menghasilkan laba, tapi jika negatif, investasi menghasilkan kerugian. 

Dengan menghitung keuntungan bersih secara tepat, Anda dapat membuat analisis ROI yang lebih realistis.

4. Masukkan ke Rumus ROI

Setelah mendapatkan angka keuntungan bersih, masukkan data tersebut ke dalam rumus ROI yang sesuai dengan jenis investasi Anda. 

Kalikan hasilnya dengan 100% untuk mendapatkan persentase ROI. Persentase ini membantu Anda membandingkan efisiensi investasi yang berbeda dan memberikan gambaran jelas apakah investasi tersebut layak Anda lanjutkan atau tidak. 

Pastikan Anda menggunakan rumus yang konsisten agar perbandingan antara berbagai investasi tetap akurat.

5. Analisis Hasil

Langkah terakhir, gunakan angka ROI sebagai alat untuk menilai performa investasi. Bandingkan ROI yang Anda peroleh dengan target yang Anda tetapkan sejak awal. 

Jika ROI mencapai atau melebihi target, maka Anda bisa mempertahankan atau memperbesar investasi. 

Namun, jika ROI di bawah target, pertimbangkan langkah perbaikan, evaluasi strategi, atau hentikan investasi agar kerugian tidak bertambah. 

Selain itu, perhatikan periode investasi karena ROI tidak memberikan informasi tentang waktu secara langsung. ROI yang bagus berapa persen? Setidaknya di angka 10% atau 20%. 

Namun, ROI 20% dalam satu tahun berbeda maknanya dengan ROI 20% dalam lima tahun. Memahami konteks waktu membantu Anda membuat keputusan investasi lebih tepat dan strategis.

Baca Juga: 7 Perbedaan Pembukuan dan Pencatatan, UMKM Wajib Tahu!

Contoh Perhitungan ROI di Berbagai Kasus

Supaya Anda bisa melihat cara kerja ROI dengan jelas, mari kita bahas beberapa contoh perhitungan di berbagai jenis investasi. 

Contoh ini membantu Anda menilai efektivitas modal dan membuat keputusan investasi lebih tepat: 

1. Investasi Saham

Anda membeli saham senilai Rp 10 juta. Setelah beberapa waktu, Anda menjual saham tersebut seharga Rp 12 juta. 

Untuk menghitung ROI, pertama Anda hitung selisih antara harga jual dan harga beli: 12 juta 0 10 juta = 2 juta. 

Kemudian, bagi selisih ini dengan biaya awal: 2 juta ÷ 10 juta = 0,2. Terakhir, kalikan hasilnya dengan 100%, sehingga ROI investasi saham ini menjadi 20%. 

Artinya, setiap Rp1 yang Anda keluarkan menghasilkan tambahan Rp0,20 keuntungan. Angka ini memberi gambaran jelas tentang profitabilitas investasi saham Anda.

2. Proyek Bisnis

Perusahaan menanam modal Rp400 juta untuk menjalankan sebuah proyek. Setelah beberapa bulan, perusahaan mendapatkan penjualan senilai Rp 500 juta.

Untuk menghitung ROI, Anda kurangi biaya awal dari total penjualan untuk mendapatkan keuntungan bersih: 500 juta – 400 juta = 100 juta. Selanjutnya, bagi keuntungan bersih dengan biaya awal: 100 juta ÷ 400 juta = 0,25. 

Kalikan dengan 100% dan Anda mendapatkan ROI sebesar 25%. Angka ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1 modal yang ditanamkan menghasilkan tambahan Rp 0,25 keuntungan.

Jadi, itulah cara hitung return on Investment yang bisa Anda lakukan. 

Jangan Lupa, Pastikan Setiap Investasi dan Pengeluaran Bisnis Anda Memberi Hasil Maksimal!

Setelah memahami cara menghitung ROI, langkah selanjutnya adalah memastikan setiap investasi atau pengeluaran bisnis Anda memberikan hasil maksimal. Di sinilah teknologi bisa membantu. 

KasirXpert hadir sebagai solusi manajemen usaha yang memudahkan Anda memantau semua transaksi, mengelola stok, dan mendapatkan laporan keuangan secara real-time. 

Dengan begitu, Anda bisa mengevaluasi efisiensi modal dan menghitung profitabilitas bisnis dengan lebih akurat, tanpa repot menghitung manual.

Fitur Point of Sales, manajemen stok, pembayaran digital QRIS, hingga laporan usaha lengkap dari KasirXpert membuat pengelolaan bisnis lebih cepat dan efisien. 

Jadi, setiap keputusan investasi atau pengeluaran operasional bisa langsung terlihat dampaknya, sehingga Anda bisa menyesuaikan strategi dan meningkatkan ROI bisnis secara nyata.

Kalau ingin mencoba, Anda bisa langsung daftar gratis 30 hari dan rasakan bagaimana KasirXpert membantu bisnis Anda bekerja lebih cerdas.