kesalahan fatal dalam membuat laporan keuangan

8 Kesalahan Fatal dalam Membuat Laporan Keuangan, Wajib Tahu!

Selama ini masih cukup banyak orang yang belum tahu apa saja kesalahan fatal dalam membuat laporan keuangan. Hasilnya, laporan keuangan yang dibuat pun tidak rinci

Selama ini masih cukup banyak orang yang belum tahu apa saja kesalahan fatal dalam membuat laporan keuangan. Hasilnya, laporan keuangan yang dibuat pun tidak rinci dan tidak bisa menjadi sumber data yang akurat bagi perusahaan. 

Padahal setiap keputusan besar finansial perusahaan akan sangat mengandalkan laporan keuangan sebagai bahan analisa. Jika laporan tidak benar, maka pengambilan keputusan pun jadi tidak tepat. Lantas, apa saja kesalahan fatal itu?

8 Kesalahan Fatal dalam Membuat Laporan Keuangan 

Inilah daftar kesalahan fatal dalam pembuatan laporan keuangan yang harus kamu hindari:

1. Tidak Ada Bukti Transaksi 

Dalam proses pencatatan transaksi di laporan keuangan, kamu juga harus melampirkan bukti transaksinya. Bukti ini bisa berupa kwitansi, invoice, nota, dan lain sebagainya. 

Adanya bukti ini bisa menjadi kontrol pencatatan tersebut sehingga perhitungan bisa tepat. Tanpa adanya bukti transaksi, laporan keuangan yang kamu buat tidak sah. 

Sayangnya masih cukup banyak orang yang menganggap remeh bukti transaksi. Kebiasaan menyepelekan dan tidak menyimpan bukti transaksi bisa sangat mempengaruhi keakuratan laporan keuangan. 

Baca Juga: 6 Cara Mengelola Database Customer yang Efektif dan Anti Ribet!

2. Tidak Bisa Mengklasifikasikan Akun dengan Tepat 

Contoh kesalahan dalam laporan keuangan yang sangat umum kamu temukan adalah klasifikasi transaksi ke akun yang keliru, seperti memasukkan biaya operasional ke aset. 

Mungkin bagi sebagian orang ini terdengar biasa. Akan tetapi, untuk sebuah laporan keuangan, kesalahan klasifikasi akun bisa berdampak pada kekeliruan perhitungan laba atau rugi. 

Dampak lainnya analisis keuangan perusahaan bisa menjadi tidak tepat dan keputusan manajerial pun terganggu. 

3. Perhitungan Harga Pokok Penjualan yang Keliru 

Kesalahan lain yang sering terjadi pada pembuatan laporan keuangan adalah terkait perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Penentuan HPP harus memperhatikan retur, pembelian bersih, serta persediaan. 

Akan tetapi, dalam banyak kasus, ada yang lupa untuk memasukkan retur dan biaya angkut. Inilah yang kemudian membuat HPP jadi tidak akurat dan berdampak pada laporan laba rugi perusahaan. 

Baca Juga: Apa Itu Passive Income? Ini Arti, Karakter, dan Jenis-Jenisnya!

4. Perhitungan Pajak yang Diabaikan 

kesalahan fatal dalam membuat laporan keuangan

Pajak adalah salah satu komponen penting di dunia keuangan, dan setiap perusahaan harus memahaminya. Selama ini banyak kasus di mana pembuatan laporan keuangan perusahaan, tidak mencantumkan pajak. 

Padahal perhitungan pajak juga bisa berdampak pada kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. 

5. Biaya Angkut yang Tidak Masuk Hitungan 

Ketika perusahaan membeli atau menjual barang, maka bisa saja muncul biaya angkut. Terutama pada pengiriman barang seperti CNF, FOB, maupun CIF. Nantinya biaya tersebut bisa menjadi tanggungan penjual atau pembeli. 

Besarnya biaya angkut tersebut juga harus masuk ke dalam laporan keuangan yang kamu buat. Lebih tepatnya, masuk ke dalam salah satu komponen yang menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP). 

Oleh karena itu, ketika membeli produk, pastikan kamu tahu seperti apa ketentuan biaya angkutnya. Dengan begitu, perhitungan HPP menjadi lebih akurat. 

6. Persediaan Barang yang Keliru Perhitungannya 

Dalam urutan membuat laporan keuangan, perhitungan persediaan barang juga tidak boleh terlewat. Karena seperti yang kamu ketahui, setiap perusahaan pasti memiliki persediaan dan harus melalui proses perhitungan yang teliti. 

Tujuannya untuk memastikan jumlahnya sudah sesuai dengan laporan persediaan yang sudah dibuat sebelumnya. Akan tetapi, bisa saja perhitungan tersebut keliru, sehingga hasil persediaan di akhir periode bisa lebih rendah atau lebih tinggi. 

Mungkin terdengar sepele, tapi kesalahan hitung ini bisa berdampak pada neraca yang ada di laporan keuangan. Selain itu, selisih perhitungan yang muncul dari kesalahan hitung persediaan juga bisa berdampak pada laporan laba rugi. 

Baca Juga: Cash Drawer: Definisi, Manfaat, Jenis, dan Tips Memilihnya

7. Keuangan Pribadi dan Perusahaan yang Jadi Satu 

Salah satu kunci dalam cara membuat laporan keuangan yang tepat adalah tidak boleh mencampurkan keuangan perusahaan dan pribadi. Karena campuran ini bisa membuat arus kas milik perusahaan jadi kabur dan tidak jelas. 

Selain itu, kamu juga akan sulit melihat keuntungan atau kerugian sebenarnya. Potensi masalah perpajakan dan hukum juga bisa terjadi ketika uang pribadi bercampur dengan uang perusahaan. 

Oleh karena itu, pastikan perusahaan, baik yang skalanya kecil atau besar, tidak pernah mencampurkan kas dengan uang pribadi pemilik. Dengan begitu, laporan keuangan perusahaan bisa senantiasa bersih dan akurat. 

8. Kesalahan Catat 

Salah catat seperti keliru memasukkan nominal atau tanggal mungkin terlihat sepele dan biasa. Akan tetapi, ini bisa menjadi salah satu kesalahan fatal dalam membuat laporan keuangan. 

Sebab, kesalahan input sekecil apapun bisa sangat mempengaruhi perhitungan keseluruhan laporan keuangan. Hasilnya pun bisa berbeda, meski hanya salah input satu angka saja. 

Oleh karena itu, perlu ketelitian yang sangat tinggi ketika menyusun laporan keuangan. Jangan sampai ada kesalahan input sama sekali yang bisa mempengaruhi keseluruhan perhitungannya. 

Dampak Kesalahan Fatal Ketika Membuat Laporan Keuangan 

Bukan hal yang sepele, kesalahan sekecil apapun dalam pembuatan laporan keuangan bisa sangat berpengaruh pada kondisi perusahaan. Karena keputusan manajerial akan bergantung pada laporan keuangan. 

Ketika laporan tidak akurat, keputusan pun akan terkena dampaknya. Pada akhirnya, perusahaan bisa mengalami kerugian finansial akibat keputusan yang tidak akurat tersebut. 

Selain itu, permasalahan lain bisa muncul seperti hukum dan pajak. Bisa saja perusahaan terkena penalti atau denda oleh otoritas pajak karena laporan keuangan yang tidak jelas. 

Kini Anda bisa menikmati laporan keuangan yang akurat dengan menggunakan KasirXpert. KasirXpert merupakan software POS yang menawarkan banyak sekali fitur untuk menunjang kelancaran manajemen bisnis. 

Di dalamnya terdapat banyak fitur seperti Point of Sales (POS), manajemen stok barang, hingga laporan keuangan. Dengan teknologi Smart dan basis data Cloud, kamu bisa mengakses laporan keuangan kapan saja dan dimana saja.