bisnis barbershop

Bisnis Barbershop: Langkah Memulai, Strategi, dan Keuntungan

Saat mau buka bisnis barbershop, tentu nggak bisa sembarangan main buka saja. Sebaiknya, preparasinya kamu lakukan dengan maksimal. Bahkan jika mungkin, sediakan juga strategi pengembangan

Saat mau buka bisnis barbershop, tentu nggak bisa sembarangan main buka saja. Sebaiknya, preparasinya kamu lakukan dengan maksimal. Bahkan jika mungkin, sediakan juga strategi pengembangan sejak awal mau kamu dirikan. 

Memulai bisnis ini nggak cukup, loh, kalau hanya modal yakin dan bisa nyukur doang. Makanya, mending cek dulu berbagai langkah awal membuka bisnis potong rambut, strategi, sampai mengetahui berapa estimasi keuntungan yang bisa kamu peroleh. 

Penasaran dengan langkah awal hingga keuntungannya? Coba cek lengkap di sini!

Baca Juga: Strategi Bisnis: Definisi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Bagaimana Langkah Awal Membuka Usaha Barbershop?

Sudah siap buat cek gimana cara terbaik buat memulai bisnis barbershop kamu sendiri? Wajib banget simak ini!

1. Bikin Identitas Barbershop yang Bikin Penasaran

Pertama, coba tentuin konsep unik yang membedakan barbershopmu dari yang lain. Misalnya, gabungkan tema musik retro dengan playlist vinyl yang diputar selama pelanggan menunggu. Bisa juga dengan menghadirkan nuansa barbershop ala barat dengan minuman maupun snack gratis. 

Riset pasar menunjukkan konsumen milenial menyukai pengalaman “kekinian” yang Instagramable. 

Selain itu, buat nama dan logo yang mencerminkan vibe ini, seperti “Razor & Vinyl” untuk nuansa retro. Dengan identitas yang kuat, maka kamu langsung menarik perhatian pelanggan sebelum mereka duduk di kursi.

2. Jalin Koneksi dengan Komunitas Lokal

Sebelum membuka barbershop, cobalah kenali komunitas di sekitarmu. Hadiri acara lokal, seperti bazar atau festival musik, dan tawarkan voucher potong rambut gratis untuk menarik perhatian. 

Kolaborasi dengan influencer lokal di Instagram, seperti barber dengan follower besar, bisa meningkatkan brand awareness. Contohnya, barbershop di Jakarta seperti Barberpedia memanfaatkan kemitraan dengan komunitas lokal untuk menarik pelanggan. 

Dengan pendekatan ini, kamu membangun basis pelanggan bahkan sebelum hari pembukaan.

3. Bangun Tim dengan Jiwa Performer

Punya barber yang “cuma” jago potong rambut? Itu strategi bisnis barbershop lama. Cobalah cari barber yang punya kepribadian menarik. Contohnya, lebih suka ngobrol hidup atau mungkin tren terbaru. 

Selain itu, cari juga yang mampu memberikan saran gaya rambut yang personal. Adakan audisi untuk menemukan talenta dengan keterampilan teknis dan kemampuan storytelling. 

Berikan pelatihan singkat tentang cara berinteraksi dengan pelanggan, seperti yang dilakukan TangTing Barberhome dengan pelatihan khusus untuk barber. Dengan tim yang menarik, bisnis barbershop kamu bisa menang bahkan sebelum memulai. 

4. Start Small

Jangan terburu-buru menyewa tempat mahal. Mulai dari garasi rumahmu atau ruang kecil di pasar lokal untuk menghemat biaya sewa, seperti saran dari GoBiz yang menyarankan penggunaan rumah sendiri untuk barbershop skala kecil. 

Paling tidak, cukup investasikan modal awal (sekitar Rp5.000.000 – Rp10.000.000) untuk peralatan dasar seperti mesin cukur (Rp350.000/unit) dan kursi barber bekas berkualitas (Rp1.000.000).

Harganya mungkin bisa berbeda, tapi ini cukup buat merancang estimasi kebutuhan modal bisnis barbershop kamu. 

Baca Juga: Apa Itu Cross Selling, Manfaat, Contoh, dan Penerapannya

Cara Mengembangkan Usaha Barbershop

bisnis barbershop

Saat barbershop sudah berjalan, lantas apa yang akan membuatnya bertahan di tengah persaingan? Kalau mau, coba ikuti strategi bisnis barbershop ini: 

1. Tawarkan Layanan On-Demand ala Taksi Online

Tiru inovasi TangTing Barberhome yang menyediakan jasa barber home service via aplikasi. Caranya, kamu bisa membuat sistem pemesanan melalui WhatsApp atau aplikasi sederhana untuk pelanggan yang sibuk. 

Selain itu, jangan lupa promosikan layanan ini di media sosial dengan video barber yang datang ke rumah pelanggan. Dengan layanan on-demand ini, maka kamu bisa menjangkau pelanggan yang menghargai kenyamanan dan kepraktisan. 

2. Rutin Ngonten di Media Sosial

Kalau hanya mempertontonkan hasil potongan rambut, tentu sudah jadi strategi bisnis barbershop yang usang. Namun, kamu bisa membuat konten yang sedikit menarik. 

Bagaimana caranya? Coba berikan cerita di balik proses pembuatan barbershopnya. Tahu Hairnerds, kan? Itu adalah salah satu contoh barbershop yang piawai dalam “bercerita” transformasi gaya rambut pelanggan. 

Selain itu, gunakan juga tren seperti musik Jedag-Jedug. Ini terbilang efektif dalam bikin audiensmu (calon pelanggan) tertarik. Pernah dengar nama akun “Kepster Bocil”? Dia sangat jago bikin video Jedag-Jedug dan menampilkan hasil potongan. 

Tak cuma akunmu yang bakal tumbuh besar, tapi bahkan bisnismu juga ikut bertumbuh. 

3. Bikin Produk Eksklusif

Ini masih jarang, sih. Kamu bisa bikin strategi bisnis barbershop dengan mengembangkan produk eksklusif. Contohnya seperti pomade, shampo, atau sejenisnya. 

Pasalnya, ada riset pasar yang menunjukkan konsumen menyukai produk lokal dengan harga ekonomis. Jual produk ini di barbershop dan online melalui marketplace seperti Shopee. 

Contohnya, barbershop besar seperti Hairnerds juga menawarkan produk perawatan atau produk yang bikin menata rambut jadi lebih gampang. 

4. Adakan Kompetisi atau Acara Komunitas

Selenggarakan acara seperti “Barber Battle” untuk menarik perhatian komunitas lokal dan media. 

Undang barber dari barbershop lain untuk berkompetisi, sambil menawarkan potongan rambut gratis bagi pengunjung. 

Promosikan acara ini di media sosial untuk meningkatkan visibilitas. Contohnya, acara komunitas seperti yang dilakukan Voltaire Barbershop and Coffee menarik pelanggan baru dengan suasana santai. Dengan acara ini, kamu membangun komunitas sekaligus brand awareness.

5. Pakai Data untuk Personalisasi Layanan

Kumpulkan data pelanggan melalui sistem POS seperti KasirXpert untuk melacak preferensi gaya rambut atau frekuensi kunjungan. 

Kirimkan penawaran personal, seperti diskon untuk pelanggan yang rutin datang setiap tiga minggu. Dari riset yang kami lakukan, personalisasi layanan dalam berbagai jenis usaha bisa meningkatkan loyalitas pelanggan. 

Jika pakai data, maka kamu bisa menawarkan pengalaman yang lebih personal dan meningkatkan retensi.

Baca Juga: Database Pelanggan: Definisi, Manfaat, dan Cara Bikinnya

Berapa Untung Usaha Barbershop?

bisnis barbershop

Menghitung keuntungan barbershop membutuhkan analisis pendapatan, biaya, dan tren pasar. Bisnis ini menjanjikan karena meningkatnya kesadaran pria akan penampilan, dengan frekuensi potong rambut setiap 1 – 2 bulan. 

1. Estimasi Pendapatan

Apakah usaha barbershop menjanjikan? Mari lihat dulu estimasinya. Ingat, ini hanya estimasi, ya. 

Barbershop kecil dengan 2 kursi di kota menengah Indonesia melayani 8 – 20 pelanggan per hari, dengan harga Rp20.000 – Rp50.000 per potongan. Dengan operasional 25 hari per bulan, pendapatan bulanan adalah:

  • 8 pelanggan/hari x Rp50.000 x 25 hari = Rp10.000.000
  • 20 pelanggan/hari x Rp50.000 x 25 hari = Rp25.000.000

Layanan tambahan seperti keramas (Rp10.000), pewarnaan (Rp100.000), atau hair tattoo (Rp50.000) bisa meningkatkan pendapatan 20 – 30%. 

Misalnya, Barbershop Ganteng Bos di Jakarta Selatan melayani 15 pelanggan per hari dengan rata-rata Rp75.000, menghasilkan hingga Rp33.750.000 per bulan jika 50% pelanggan memilih layanan tambahan. Penjualan produk seperti pomade (Rp50.000 – Rp100.000) bisa menambah Rp2.000.000 – Rp5.000.000 per bulan.

2. Estimasi BIaya

Selanjutnya, untuk menghitung keuntungan bisnis barbershop, kamu juga harus menghitung berapa biaya operasional meliputi sewa, gaji, peralatan, dan pemasaran. Berikut ini rinciannya:

  • Sewa tempat: Rp800.000 – Rp5.000.000/bulan, atau nol jika menggunakan rumah sendiri.
  • Gaji karyawan: Rp2.500.000 – Rp4.000.000/bulan per barber untuk 2 orang.
  • Peralatan dan produk: Rp500.000 – Rp1.000.000/bulan untuk sampo, pomade, dan perawatan alat.
  • Utilitas dan pemasaran: Rp1.000.000 – Rp2.000.000/bulan untuk listrik, Wi-Fi, dan iklan digital.

Total biaya: Rp6.800.000 – Rp12.000.000/bulan.

3. Perkiraan Keuntungan

Dengan pendapatan Rp10.000.000 – Rp33.750.000 dan biaya Rp6.800.000 – Rp12.000.000, maka keuntungan bersih bisnis barbershop per bulan adalah:

  • Pendapatan rendah: Rp10.000.000  – Rp6.800.000 = Rp3.200.000
  • Pendapatan tinggi: Rp33.750.000 – Rp12.000.000 = Rp21.750.000

Jadi, itulah keuntungan bisnis barbershop dalam satu bulan untuk pendapatan terendah sampai tertingginya. Apakah kamu sudah tertarik dalam menjalankan bisnis ini di kotamu sendiri? 

Strategi Tambahan untuk Memaksimalkan Keuntungan

Nah, untuk menambah keuntungan, kamu bisa memanfaatkan kode QR untuk promosi cepat, seperti diskon bagi pelanggan yang scan kode di Instagram. Tawarkan layanan premium untuk meningkatkan pendapatan. 

Selain itu, bisa juga gunakan aplikasi POS seperti KasirXpert untuk melacak transaksi dan mengelola keuangan. Dengan KasirXpert, pengelolaan keuangan yang bisa kamu lakukan dalam menjalankan bisnis barbershop ini akan lebih mudah. 

FAQ

Apakah bisnis barbershop menguntungkan? 

Jika kamu memulainya dengan langkah yang tepat, maka bisnis ini begitu menjanjikan. 

Apa problem utama bisnis potong rambut? 

Salah satunya adalah personalisasi, layanan yang bikin pelanggan memahami tipe, karakter, dan gaya yang cocok untuk wajah mereka. 

Bagaimana mengelolanya dengan baik?

Semuanya harus menggunakan sistem yang mapan, termasuk dengan penggunaan KasirXpert untuk sistem POS-nya.