Apa Itu Cross Selling, Manfaat, Contoh, dan Penerapannya

apa itu cross selling

Saat sedang memesan kopi di cafe favoritmu, lalu barista secara amah menawarkan kue atau makanan lain untuk mendampingi kopinya dan kamu tergoda, itu adalah cross selling. Ingin tahu lebih dalam soal apa itu cross selling? Simak di sini.  Cross selling menjadi strategi penjualan ampuh untuk hampir semua jenis bisnis. Pasalnya, teknik ini bisa meningkatkan penjualan dan membuat pelanggan jadi jauh lebih puas.  Tapi, seperti apa sebenarnya cross selling itu? Mengapa strategi ini cukup populer diterapkan? Lalu, bagaimana menerapkannya? Mari, bersama-sama belajar di sini.  Baca Juga: Mengenal Aplikasi Kasir Toko, Peran, dan 7 Manfaatnya Apa Itu Cross Selling? Apa arti cross selling? Cross selling itu sendiri, merupakan strategi penjualan saat kamu menawarkan layanan dan produk tambahan untuk melengkapi pembelian utama dari pelanggan.  Contohnya kamu tengah memesan nasi goreng di tempat makan, lalu kamu dapat tawaran lain seperti chicken katsu dan minuman segar untuk mendampingi pesanan. Ini sudah menjadi suatu strategi cross selling.  Sebenarnya, tujuan cross selling terbilang sederhana. Selain meningkatkan transaksi, teknik ini juga memberi pengalaman yang lebih lengkap untuk pelanggan.  Beda dengan upselling. Biasanya, upselling hanya fokus menawarkan versi yang lebih mahal dari produk atau layanan yang kamu beli. Misalnya, menawarkan nasi goreng porsi jumbo dan sejenisnya.  Tapi cross selling, hanya berfokus untuk menawarkan produk yang berbeda tapi tetap sesuai dengan produk utama yang dipesan.   Apakah strategi ini efektif? Tentu saja. Laman HubSpot mengatakan jika cross selling bisa meningkatkan pendapatan bisnis hingga 30%. Hal ini karena pelanggan yang telah membeli sesuatu, akan cenderung lebih terbuka untuk membeli lagi.  Di restoran, cafe, atau sejenisnya, cross selling bisa menambah penjualan dan membuat pelanggan jauh lebih puas.  Manfaat Cross Selling Produk Setelah tahu apa itu cross selling produk, sekarang kita pindah ke manfaatnya. Bertambahnya angka di struk, itu hanya salah satu efeknya. Selain itu, masih banyak manfaat lain dari teknik yang bernama penjualan silang ini:  1. Peningkatan Pendapatan Saat kamu menawarkan produk tambahan, maka average order value atau nilai rata-rata transaksi juga ikut meningkat.  Contohnya, saat ada pelanggan yang di awal hanya memesan kopi dengan harga Rp20.000, bisa menambah kue yang harganya Rp10.000.  Saat dalam sehari ada 50 pelanggan yang tergoda dengan ini, maka hasilnya ada tambahan sebanyak Rp500.000 per hari.  Laman McKinsey, juga melaporkan demikian. Dengan cross selling, maka bisnismu bisa mengalami kenaikan profit sampai dengan 30%.  Pasalnya, biaya pemasaran untuk pelanggan yang telah ada, umumnya lebih rendah daripada menarik pelanggan yang baru.  2. Pelanggan yang Lebih Puas Definisi apa itu strategi cross selling sudah kamu kantongi. Sekarang, manfaatnya juga harus kamu ketahui.  Saat dalam bisnis kamu bisa melakukan cross selling secara cerdas, biasanya pelanggan merasa lebih dapat perhatian.  Misalnya, saat pelanggan memesan makanan yang penuh minyak, kamu menawarkan opsi minuman yang lebih dingin dan menyegarkan daripada sekadar air putih/air mineral.  Hal ini nantinya membuat pengalaman pelanggan ketika makan jadi jauh lebih lengkap. Akhirnya, tingkat kepuasan mereka juga mengalami peningkatan.  Salesforce, salah satu laman bisnis terpercaya, mengatakan jika 91% konsumen lebih suka belanja dengan brand yang memberi mereka rekomendasi relevan.  Jadi, pelanggan bisa lebih senang, dan kamu kebanjiran keuntungan.  3. Membuat Pelanggan Lebih Loyal Pemahaman tentang apa itu cross selling dan penerapannya, bisa juga meningkatkan loyalitas pelanggan.  Tapi, apa alasannya? Saat pelanggan merasa kamu sangat paham dengan kebutuhan mereka, di kemudian hari mereka bakal kembali.  Cross selling itu, sifatnya memang amat personal. Kamu akan menawarkan sesuatu yang sangat tepat untuk menemani pesanan yang mereka beli sebelumnya.  Ternyata, hal ini akan menghadirkan hubungan emosional antara bisnismu dengan pelanggan.  Kemudian, pelanggan yang loyal ini juga dapat meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV) yang artinya, mereka bisa menghabiskan lebih banyak budget untuk membeli produk maupun layanan di bisnismu.  4. Pengelolaan Stok yang Lebih Efisien Punya produk-produk yang masih belum laku? Dengan cross selling, kamu bakal terbantu dalam mempromosikan produk itu.  Dengan menawarkan produk pelengkap yang kurang populer dan susah laku, stok di belakang jadi berkurang dan inventarismu bakal jauh lebih rapi.  Baca Juga: 5 Manfaat Fitur Kelola Stok di Aplikasi Kasir untuk Bisnismu Contoh Cross Selling Selain tahu apa itu cross selling dan manfaatnya kamu bisa memahami metode ini lebih lanjut dengan contoh-contoh berikut:  1. Warung Makan Saat kamu ada di warung makan, sebut saja seperti warung nasi uduk atau pecel lele, penjualnya mungkin sering nawarin, “Mau tambah tempe goreng, tahu?”  Kemudian, bisa juga dengan menawarkan produk-produk seperti es teh, es jeruk, dan sejenisnya. Asal kamu tahu, ternyata ini juga metode cross selling tapi yang klasik.  Penjualnya itu paham kalau nasi uduk tanpa adanya lauk tambahan jadi terasa kurang. Jadi, untuk bikin kamu lebih nikmat, mereka nawarin lauk lainnya.  2. Kafe  Pernah ke kafe lokal yang sering nawarin toast setelah kamu pesan minuman? Itu juga cross selling, loh.  Misalnya nih, kamu sudah pesan es kopi susu yang jadi signature mereka. Tapi, mereka juga punya menu andalan yakni toastnya.  Biasanya barista di kafe itu bakal bilang kalau, “Kopinya enak, loh, kalau ditemenin toast di kita!”  Strategi ini, sebenarnya bikin pelanggan merasa dapat perhatian khusus terutama untuk pengalaman ngopi kamu di kafe.  3. Rekomendasi di Aplikasi Ketika pesan makanan di GoFood atau Shopee Food, mungkin kamu tidak asing dengan saran seperti, “Lengkapi pesananmu dengan…” atau kalimat yang sejenis.  Benar, ini juga bagian dari penjualan silang tapi secara digital. Platform-platform itu nyaranin berdasarkan data dari pelanggan yang memberikan rekomendasi relevan.  Shopee, Tokopedia, atau e-commerce lainnya juga sering menerapkan ini untuk memberikan pengalaman terbaik dan naikin omset! Baca Juga: 8 Jenis Peralatan Kasir untuk Bantu Percepat Pelayanan Cara Menerapkan Cross Selling Sudah tahu apa itu teknik cross selling, manfaat, sampai contohnya? Jangan berhenti di situ. Sekarang, waktunya kamu mempraktikkannya. Kalau mau langkah-langkah yang praktis, cek sini:  1. Harus Ngerti Banget Sama Pelangganmu Langkah pertama, udah pasti kamu harus tahu banget apa yang paling pelangganmu butuhkan. Itu bisa berupa kebiasaan atau perilaku mereka dalam memesan.  Bagaimana caranya? Gampang. Tinggal cek sistem POS atau catatan pesanan. Di situ, biasanya ada pola pembelian dari pelangganmu.  Misalnya, jika lebih banyak pelanggan yang memesan bakmi dari tempatmu, maka tawarkan juga mereka pangsit goreng untuk melengkapinya. Lengkap pula dengan minuman segar biar mereka tidak seret saat makan.  Punya warung? Langsung ajak ngobrol untuk tahu menu

7 Peralatan Kasir Restoran yang Wajib Ada, Bikin Mudah!

peralatan kasir restoran yang wajib ada

Berencana melengkapi kebutuhan di kasir restoran yang kamu buat? Kalau iya, maka peralatan kasir restoran yang wajib ada ini harus kamu tahu.  Peralatan ini wajib ada karena tugas kasir tak hanya menerima pembayaran saja. Namun, kasir juga memiliki tugas untuk mengelola keuangan, mencatat transaksi, serta memberi pelayanan yang prima.  Nah, guna mendukung tugas-tugas tersebut, maka kamu perlu menyediakan semua peralatan kasir yang memadai dan modern. Apa saja perlengkapan kasir restoran yang wajib kamu sediakan sebagai owner? Cek di sini.  Peralatan Kasir Restoran yang Wajib Ada Peralatan kasir yang tepat, bisa menghemat waktu, meminimalisir kesalahan dalam pencatatan, hingga bisa meningkatkan experience pelanggan. Apa saja yang harus kamu sediakan di kasir restoran? Ini dia alat-alatnya:  1. Mesin Kasir atau Sistem Point of Sale (POS) Pertama, nama alat kasir yang wajib ada yakni mesin kasir atau sistem POS. Ini adalah alat utama dari operasional kasir modern. Beda dengan mesin kasir biasa, POS ini berbasis elektronik/digital yang punya berbagai fitur. Contohnya saja fitur seperti manajemen inventaris, laporan penjualan otomatis, sampai dengan pencatatan transaksi.  Umumnya, sistem ini terdiri dari sejumlah hardware atau perangkat keras. Misalnya saja seperti tablet, komputer, dan juga perangkat lunak atau software.  Dari beberapa laman terpercaya, kehadiran sistem POS atau mesin kasir ini bisa memudahkan proses pembayaran tunai, kartu, e-wallet, bahkan tak jarang menyediakan analisis penjualan harian.  2. Barcode Scanner Lalu, peralatan kasir restoran yang wajib ada selanjutnya adalah barcode scanner atau pembaca barcode.  Salah satu manfaat utama dari kehadiran alat kasir satu ini adalah mempercepat proses transaksi dengan pelanggan.  Nantinya, fungsi barcode scanner akan memindai kode bar di menu atau produk. Sebenarnya memang pemindah kode bar ini hanya dibutuhkan di beberapa restoran modern yang memiliki produk kemasan seperti snack, merchandise, dan minuman botol.  Dengan alat alat kasir satu ini, kasir pun tidak perlu lagi memasukkan harga dengan metode manual yang menghabiskan waktu dan sering terjadi kesalahan. Jadi, sediakan juga alat satu ini, ya! 3. Printer Struk Sepertinya, kini hampir semua toko, restoran, bahkan cafe sudah menyediakan printer struk.  Secara fungsi, ini adalah alat untuk mencetak bukti transaksi yang sudah pelanggan lakukan seperti nota atau bahkan resi.  Mengapa alat ini wajib ada di restoran? Printer struk penting jadi bukti pembayaran dan bisa memudahkan pelanggan guna mengecek apa saja menu yang mereka pesan di restoran kamu.  Hanya saja, masih ada sejumlah hal yang patut kamu perhatikan sebelum memilih printer struk ini. Salah satu yang paling penting adalah kompatibilitasnya dengan sistem POS yang kamu gunakan.  Jika cocok, sisanya kamu tinggal mempertimbangkan jenis-jenis printer struk seperti thermal, dot matrix, maupun inkjet yang sesuai dengan kebutuhan.  4. Terminal Pembayaran Berbeda dengan alat kasir cafe, kebanyakan pelanggan restoran kerap membutuhkan terminal pembayaran karena mereka akan bertransaksi menggunakan kartu.  Misalnya saja, bertransaksi menggunakan kartu debit, kredit, maupun beberapa platform e-wallet.  Saat ini, atau mungkin sejak dulu, banyak pelanggan restoran yang menggunakannya sebagai metode pembayaran.  Nah, kamu juga bisa pilih terminal pembayaran mulai dari versi kabel, mobile, dan nirkabel.  Tak cuma jadi alat untuk memudahkan transaksi, terminal pembayaran juga akan sangat membantumu dalam hal pencatatan transaksi secara otomatis.  5. Cash Drawer Walaupun transaksi non-tunai begitu populer, tapi tidak menutup kemungkinan akan banyak pelangganmu yang membayar memakai uang tunai.  Maka dari itu, cash drawer termasuk peralatan kasir restoran yang wajib ada. Apa fungsinya? Fungsinya ialah menyimpan uang tunai, struk, bahkan uang koin ke dalam kompartemen yang berbeda.  Laci uang atau cash drawer ini, akan membuat persoalan kecurangan atas uang di kasir jadi lebih minim.  Apalagi untuk laci kasir yang modern, umumnya sudah terintegrasi dengan sistem POS. Nantinya, laci tersebut akan terbuka hanya ketika transaksi sudah selesai.  Manfaat lain saat kamu menyediakannya adalah memudahkan kasir untuk menemukan uang kembalian karena terbagi ke dalam sejumlah kompartemen.  Selain itu, alat ini akan meningkatkan keamanan karena terbuat dari material yang tidak mudah mengalami pembobolan.  6. Monitor atau Layar Sentuh Kemudian, peralatan kasir restoran yang wajib ada lainnya yakni monitor atau layar sentuh. Fungsinya adalah antarmuka utama dari sistem POS.  Kasir akan lebih gampang memasukkan pesanan, memproses pembayaran, sampai dengan mengakses laporan transaksi dalam waktu cepat.  Biasanya, desain dari layar sentuh atau monitor ini ergonomis dan juga kompak. Jika restoran kamu kecil atau baru mulai, tentu alat berukuran kecil sudah lebih dari cukup.  Ingin lebih ringkas dan mudah untuk mendapatkannya? Pertimbangkan untuk menggunakan tablet sebagai pengganti. Kehadiran tablet juga dapat memberikan fungsi lebih untuk fleksibilitas kasir.  7. Kalkulator Benar, alat ini juga kamu butuhkan di kasir.  “Loh, bukannya sudah ada sistem POS dan lainnya untuk menghitung pembayaran?” Yap, kamu tidak salah jika bertanya begitu.  Tapi, terkadang ada masalah pada sistem POS yang akhirnya membuat kasir harus menghitung secara manual.  Daripada menggunakan ponsel atau menghitung manual, sudah tentu memakai kalkulator bisa jadi pilihan terbaik. Menariknya lagi, harganya juga murah! Jadi, itu semua peralatan kasir restoran yang wajib ada dan kamu sediakan. Jangan lupa, pilih juga sistem POS terbaik agar semuanya berjalan lancar.  Mulai dari transaksi hingga laporan keuangan, semuanya bisa lancar dengan sistem POS berkualitas.  Kalau ingin mendapatkannya, kamu bisa pertimbangkan Kasir Xpert. Kami jamin minim masalah ataupun error tak terduga, fitur integrasi lengkap, hingga bisa bikin laporan keuangan otomatis. Dapatkan sekarang!   Reskia EkasariReskia Ekasari S.E – adalah seorang analis keuangan muda yang hobi menggeluti dunia digital marketing. Memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya. Reskia telah berpengalaman lebih dari 4 tahun di bidang keuangan dan pemasaran digital.