6 Cara Membuat Aplikasi Kasir di Excel dan Rumusnya

cara membuat aplikasi kasir di Excel

Keberadaan aplikasi Excel untuk usaha memang bisa sangat mempermudah pekerjaan. Apalagi cara membuat aplikasi kasir di Excel sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang.  Apalagi kasir Excel sendiri pada dasarnya adalah sebuah program yang kamu buat di dalam Microsoft Excel. Tujuan pembuatannya adalah untuk membantu proses pengelolaan stok usaha dan penjualan.  Hanya bermodalkan pengetahuan mengenai rumus dan tabel, kamu sudah bisa membuat aplikasi kasir sederhana yang mudah untuk digunakan. Transaksi pun bisa lebih tertata rapi dan kamu memiliki data yang lengkap untuk usaha.  6 Cara Membuat Aplikasi Kasir di Excel  Berikut adalah cara mudah untuk membuat aplikasi kasir di Excel: 1. Buat Tabel Data Produk  Pertama, kamu bisa membuat tabel data produk terlebih dahulu. Keberadaan tabel ini akan memuat informasi nama produk, kode produk, harga, jumlah stok, dan lain sebagainya.  Tabel data produk ini memiliki peran yang penting untuk mendata stok dan barang apa saja yang kamu jual. Untuk membuatnya, berikut adalah langkah yang bisa kamu ikuti: Silahkan buka aplikasi Microsoft Excel terlebih dahulu dan buat sheet atau lembar kerja baru  Setelah itu, pada baris pertama beri nama Nama Produk, Harga, Stok, dan infromasi lain yang kamu butuhkan  Baris pertama ini akan menjadi kepala kolom dan bisa kamu beri isi data produk pada bagian bawahnya  Pastikan ketika mengisi tabel ini, kamu benar-benar mengisi data dengan benar di seluruh kolom. Karena kesalahan input data akan membuat tabel jadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.  Berikut adalah contoh sederhana dari tabel produk yang bisa kamu buat: Kode Produk Nama Produk Harga Stok  W01 Papsodent 4000 50 W02 Laveboy  2500 200 W03 Ranso  6500 150 W04 Indoma  2500 200 W05 Gulamu 8000 120 dst.. dst.. dst.. dst..   2. Membuat Tabel Transaksi  Setelah selesai membuat tabel produk, cara membuat aplikasi kasir mudah di Excel selanjutnya adalah membuat tabel transaksi. Tabel ini akan sangat berguna untuk melihat data penjualan dan pemasukan pada suatu waktu.  Pada tabel tersebut, nantinya bisa kamu susun dengan nama kolom Tanggal, Kode Produk, Nama Produk, Jumlah, dan Total Harga. Kemudian di bagian paling akhir tabel bisa kamu berikan Total untuk melihat jumlah transaksi pada hari tersebut. Tanggal Kode Produk Nama Produk Jumlah Harga Satuan Total Harga 23 Mei 2027 KP005 Sabun ABC 50 2.000 100.000 24 Mei 2027 KP015 Pasta Gigi Y 180gr 10 15.000 150.000 25 Mei 2027 KP017 Rinsoh 800gr 10 20.000 200.000 26 Mei 2027 KP005 Sabun ABC 25 2.000 50.000   Baca Juga: Cash Drawer: Definisi, Manfaat, Jenis, dan Tips Memilihnya 3. Buat Formulir Penjualan  Format kasir Excel membutuhkan formulir penjualan. Tujuannya untuk memudahkan kasir memasukkan atau menginput data atau transaksi penjualan tanpa perlu mengedit tabel data produk yang sudah ada.  Caranya adalah sebagai berikut:  Coba buka menu Excel dan cari tab Developer. Jika kamu tidak menemukan tab ini, maka harus mengaktifkan tab tersebut  Jika sudah berhasil muncul, klik opsi Insert pada group Controls dan silakan pilih tombol yang ada di daftar  Setelah itu, tombol pun akan muncul di sheet dan bisa kamu ubah posisi atau ukurannya sesuai kebutuhan  Kemudian, hubungkan tombol tersebut dengan formulir kontrol yang tepat. Sebagai contoh, pada tombol Tambah Produk, harus kamu hubungkan dengan formulir kontrol yang bisa memasukkan produk ke tabel penjualan  Setelah itu, pada tombol yang sudah kamu tambahkan klik kanan dan klik opsi Assign Macro atau Hubungkan Makro  Kamu bisa memilih formulir kontrol yang sesuai dari daftar yang sudah muncul Apabila formulir sudah terhubung, tuliskan script yang ingin kamu perintahkan saat menekan tombol. Misalnya, ketika kamu klik Tambah Produk, maka secara otomatis script bisa menambah daftar produk ke tabel penjualan. Dengan cara ini, kasir bisa jadi jauh lebih mudah untuk memasukkan data transaksi penjualan.  4. Buat Laporan Penjualan  Cara membuat aplikasi kasir di Excel selanjutnya adalah dengan membuat laporan penjualan. Laporan ini akan sangat penting sebagai data untuk bahan evaluasi bisnis.  Untuk membuat laporan ini sebenarnya cukup mudah, kamu bisa membuat tabel yang berisi kolom Tanggal, Kode Produk, Nama Produk, Jumlah Terjual, Total Penjualan.  Baca Juga: 4 Alasan Pentingnya Fitur Multi Payment untuk Bisnis 5. Gunakan Rumus untuk Perhitungan  Ada sejumlah rumus Excel untuk kasir toko yang bisa kamu terapkan dalam tabel kasir, seperti rumus SUM, IFERROR, AVERAGE, dan COUNT. a. SUM  Pertama, ada rumus SUM yang bisa kamu gunakan untuk menjumlahkan angka dan mencari total penjualan atau transaksi lainnya. Inilah rumus SUM untuk Excel: =SUM(number 1, number 2) b. IFERROR  Pada aplikasi kasir Excel, kamu bisa menggunakan IFERROR untuk mengatasi salah input data. Rumus IFERROR adalah sebagai berikut: =IFERROR (referensi sel yang ingin kamu cek datanya) Sebagai contoh, ada total harga barang yang ada di sel C1, kemudian masukkan rentang tersebut ke dalam rumus IFERROR. Hasil fungsinya akan berubah menjadi =IFERROR(C1, “Data tidak valid”).  Kamu pun bisa memperbaiki rentang data tersebut supaya hasil perhitungan bisa valid dan benar.  c. AVERAGE  Rumus selanjutnya adalah AVERAGE yang bisa kamu gunakan untuk menghitung rata-rata dari sekumpulan angka yang ada di sebuah sheet. Misalnya, kamu ingin menghitung rata-rata penjualan dalam periode tertentu.  Daripada menghitungnya satu persatu, maka kamu bisa menggunakan AVERAGE agar perhitungan lebih akurat dan cepat. Rumus AVERAGE adalah seperti berikut:  =AVERAGE(number1, [number2],…) d. COUNT  Terakhir, ada rumus COUNT yang bisa kamu gunakan untuk menghitung sel yang didalamnya terdapat angka. Rumus ini bisa kamu gunakan untuk melihat stok barang yang masih ada.  Misalnya, kamu memiliki spreadsheet yang sangat panjang dengan daftar produk dan jumlah stoknya. Jika harus menghitung manual, maka hal tersebut akan membutuhkan waktu yang lama dan bisa saja ada kesalahan hitung.  Nah, kamu bisa menghindari kesalahan hitung tersebut dengan menggunakan COUNT. Rumusnya adalah sebagai berikut: =COUNT(value 1, [value2],…) 6. Lindungi Lembar Kerja atau Sheet  Terakhir, ketika sudah membuat aplikasi kasir di Excel dengan lengkap, maka pastikan kamu melindungi lembar kerja dengan menggunakan kata sandi. Meski terdengar sepele, tapi hal ini sangat penting untuk keamanan data.  Jika menggunakan kunci kata sandi, maka hanya orang yang berwenang lah yang bisa mengutak atik sheet tersebut. Hasilnya, data bisnis menjadi lebih aman.  Baca Juga: Database Pelanggan: Definisi, Manfaat, dan Cara Bikinnya Kasir Xpert untuk Manajemen Usaha yang Lebih Efisien  Cara membuat aplikasi kasir di Excel memang tidak sesulit yang banyak orang-orang bayangkan. Kamu bisa