9 Cara Manajemen Stok Barang yang Efektif dan Anti Ribet

cara manajemen stok barang

Setiap bisnis perlu menerapkan cara manajemen stok barang dengan baik. Sayangnya, masih banyak bisnis kecil yang mengesampingkan masalah ini.  Padahal manajemen stok berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas bisnis. Jika stok tersedia terlalu sedikit, maka bisnis bisa berisiko kehilangan pelanggan. Sementara jika stok terlalu banyak, maka bisa menyebabkan masalah dalam arus kas. Nah, manajemen stok yang efektif perlu menjaga keseimbangan untuk menghindari dua risiko tersebut. Yuk, simak kiat penerapannya. Cara Manajemen Stok Barang  Anda bisa menerapkan beberapa cara berikut untuk meningkatkan manajemen stok barang: 1. Kelompokan Barang Sesuai Kategori Mengelompokan stok ke dalam beberapa kategori dapat membantu Anda memahami kuantitas dan frekuensi ideal pemesanan stok.  Menentukan kategori juga dapat membantu untuk menentukan barang mana yang penting bagi bisnis, tapi lebih mahal dan lebih lama terjual.  Pengelompokan stok barang dianjurkan ke dalam tiga grup berikut: Grup A: terdiri dari barang-barang dengan harga tinggi. Kelompok ini diperlukan dalam jumlah lebih sedikit. Grup C: terdiri dari barang-barang yang lebih terjangkau dan cepat laku. Grup B: terdiri dari barang-barang yang berada dalam kategori menengah. Artinya, barang memiliki harga sedang dengan tingkat penjualannya lebih lambat daripada grup C, tapi lebih cepat daripada grup A. Baca Juga: 5 Manfaat Fitur Kelola Stok di Aplikasi Kasir untuk Bisnismu 2. Membuat Daftar Inventaris Stok Cara manajemen stok barang selanjutnya yang perlu Anda lakukan yaitu membuat daftar inventaris. Tujuan pembuatan daftar inventaris adalah untuk memudahkan dalam menilai stok yang tersedia. Daftar tersebut harus mencatat berbagai informasi tentang semua barang dalam stok, meliputi: Data barcode SKU (Stock Keeping Unit) Supplier Tempat produksi Jumlah Harga Pencatatan secara teliti sangat penting untuk manajemen stok yang efektif. Anda sebaiknya memberikan tugas ini pada setidaknya satu orang penanggungjawab khusus untuk mencatat stok masuk dan keluar juga. Selain itu, ada baiknya melakukan pencatatan harga masing-masing barang seiring waktu. Hal ini dapat membantu Anda mengenali faktor apa saja yang mempengaruhi harga barang. 3. Melakukan Pengecekan Stok  Manajemen stok gudang pada beberapa bisnis besar meliputi penghitungan stok secara komprehensif setahun sekali. Meskipun ada juga yang melakukan pengecekan stok setiap bulan atau minggu. Sejumlah bisnis bahkan mengecek secara harian untuk memastikan ketersediaan barang yang laku keras. Melakukan pengecekan dengan menghitung langsung jumlah stok tersedia perlu Anda lakukan secara berkala. Tujuannya yaitu untuk memastikan jumlah stok dalam catatan sesuai dengan jumlah barang. 4. Terapkan Aturan Stok 80/20  Dalam manajemen stok barang masuk dan keluar, terdapat aturan umum bahwa 80 persen keuntungan bisnis berasal dari 20 persen stok. Nah, 20 persen ini merujuk pada barang yang paling laku dari stok. Barang-barang yang termasuk dalam 20 persen tersebut juga merupakan sumber keuntungan terbesar. Maka dari itu, penting untuk mengutamakan pengelolaan barang tersebut.  Anda perlu melakukan pemantauan yang lebih ketat dan memahami siklus penjualan dari barang tersebut. Termasuk juga mengetahui jumlah barang terjual dalam kurun waktu tertentu. 5. Integrasikan Pencatatan Stok dengan Penjualan Tingkat penjualan berpengaruh langsung terhadap stok yang tersedia. Hal ini karena setiap kali terjadi penjualan, stok barang akan berkurang. Maka dari itu, Anda perlu memantau dengan cermat. Untuk mempermudah pemantauan, sebaiknya integrasikan pencatatan stok dengan penjualan. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah mengecek barang apa saja yang terjual, berapa banyak jumlah barang terjual, dan memperbarui jumlah stok tersedia.  Integrasi pencatatan dan penjualan juga bermanfaat menghindari terjadinya kekosongan barang dengan memastikan melakukan restock tepat waktu. Untuk melakukan manajemen stok dengan lebih efektif, Anda sebaiknya juga melakukan analisis data penjualan, seperti: Kapan barang tertentu mengalami kenaikan atau penurunan penjualan? Apakah barang tertentu terjual secara musiman? Ada tidak barang yang hampir selalu terjual bersamaan? Baca Juga: Otomatisasi Proses Bisnis: Definisi, Tujuan, dan Contohnya 6. Menentukan Waktu yang Tepat untuk Restock Termasuk juga bagian penting dari cara manajemen stok barang adalah menentukan waktu tepat untuk restock. Manajemen yang baik sejatinya lebih dari sebatas mengelola barang di dalam gudang. Namun, manajemen juga harus memastikan barang selalu tersedia sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan setiap saat. Untuk menentukan waktu restock yang paling tepat, Anda perlu menetapkan batas jumlah barang. Caranya yaitu dengan memperhitungkan waktu pemesanan atau produksi hingga barang sampai ke gudang. 7. Menganalisa Performa Supplier Supplier yang tidak bisa diandalkan bisa menimbulkan masalah pada ketersediaan stok barang. Oleh karenanya, penting untuk memantau performa supplier. Apabila supplier tertentu sering melakukan kesalahan seperti terlambat dalam pengiriman atau mengirimkan barang dalam jumlah yang kurang, maka Anda perlu melakukan tindakan. Pertama, diskusikan masalah tersebut dengan supplier terkait untuk mencari tahu penyebab kendala. Jika supplier tidak bisa memperbaiki performa, maka ada baiknya mempertimbangkan untuk mengganti dengan supplier lain. 8. Mengontrol Stok Barang Restan Stok barang restan merujuk pada barang yang tidak terjual. Barang dalam stok ini tidak laku dan tidak pula ditampilkan dalam etalase bisnis. Sehingga hanya menumpuk di gudang. Namun, stok barang restan juga termasuk aset bisnis yang sebaiknya Anda kontrol. Pasalnya, apabila barang yang tidak laku dibiarkan menumpuk di gudang, maka lama kelamaan bisa menyebabkan kerugian. Maka untuk mencegahnya, Anda bisa pertimbangkan untuk mengeluarkan barang dan memajangnya dalam etalase. Opsi lainnya yaitu dengan mengadakan promo cuci gudang atau memberikan potongan harga spesial untuk mendorong penjualan. 9. Manfaatkan Aplikasi Manajemen Stok Aplikasi manajemen stok barang adalah perangkat lunak yang berfungsi mempermudah proses manajemen stok. Aplikasi ini dapat membantu Anda untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pemantauan stok. Penggunaan aplikasi manajemen stok memungkinkan Anda untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan stok. Untuk memilih aplikasi yang tepat, pastikan untuk memahami kebutuhan bisnis Anda terlebih dahulu. Anda sebaiknya juga mencari aplikasi yang mudah digunakan dan sudah dilengkapi dengan berbagai fitur analitik penting. Selain itu, sebaiknya utamakan untuk memilih aplikasi yang mengintegrasikan stok barang dengan penjualan. Sehingga data stok barang dan penjualan sudah saling terhubung. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot melakukan transfer data dari dua sistem yang berbeda. Apalagi proses transfer data juga berisiko menyebabkan penghitungan stok yang tidak akurat. Itulah kiat-kiat manajemen stok barang dengan efektif. Penerapan manajemen stok sebaiknya dilakukan termasuk oleh bisnis kecil. Dengan begitu, bisnis mampu menyesuaikan saat permintaan pelanggan meningkat. Baca Juga: 4 Alasan Pentingnya Fitur Multi Payment untuk Bisnis  Solusi Manajemen Bisnis Lebih Efektif dan Efisien KasirXpert hadir sebagai solusi terbaik cara manajemen stok barang dengan efektif dan lebih mudah. Aplikasi ini sudah dilengkapi berbagai fitur unggulan yang bermanfaat untuk